Penyebab keringat dingin bisa karena beberapa kondisi yang ringan sampai serius. Meski sekilas tampak sama dengan keringat biasa, keringat dingin biasanya disertai demam atau badan meriang. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan maupun penyakit tertentu. 

Keringat dingin (diaforesis) adalah kondisi saat seseorang mengeluarkan keringat secara tiba-tiba dari tubuhnya, tetapi tidak disebabkan oleh cuaca panas atau aktivitas tertentu, seperti olahraga.

12 Penyebab Keringat Dingin yang Perlu Diketahui - Alodokter

Ketika mengalami diaforesis, seseorang juga akan mengalami gejala lain, seperti kulit pucat, mual, muntah, demam, pusing, dan badan menggigil. Dengan memahami penyebab keringat dingin, Anda bisa lebih waspada bila kondisi ini tiba-tiba terjadi. 

Penyebab Keringat Dingin dan Beberapa Penyebabnya

Keringat dingin bisa disebabkan oleh stres sampai serangan jantung atau kanker. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Stres 

Penyebab keringat dingin yang paling umum adalah stres. Kondisi ini dapat memicu tubuh untuk meningkatkan produksi hormon kortisol dan hormon adrenalin. Peningkatan kedua hormon ini dapat menyebabkan tubuh mengalami keringat dingin.

2. Gangguan kecemasan 

Gangguan kecemasan bisa membuat seseorang mengalami peningkatan detak jantung, aliran darah, dan suhu tubuh. Pada akhirnya, ketiga hal tersebut akan menyebabkan tubuh berkeringat, termasuk keringat dingin.

3. Infeksi 

Beberapa infeksi tertentu, seperti pneumonia, tuberkulosis, dan COVID-19, bisa menimbulkan gejala berupa demam dan keringat dingin. Pada kasus yang berat, infeksi dapat berkembang menjadi syok septik, khususnya bila kuman telah menyebar ke seluruh tubuh.

4. Syok 

Syok yang terjadi akibat perdarahan, infeksi, maupun dehidrasi berat, bisa membuat otak kekurangan aliran darah dan oksigen. Kondisi gawat darurat ini dapat menimbulkan tekanan darah rendah, denyut jantung lemah, pingsan, dan tubuh mengeluarkan keringat dingin. 

5. Gula darah rendah 

Penyebab keringat dingin selanjutnya adalah gula darah rendah (hipoglikemia). Gula darah rendah bisa memicu peningkatan produksi hormon adrenalin, sehingga mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan kelenjar keringat lebih aktif untuk memproduksi keringat.

6. Tekanan darah rendah 

Tekanan darah rendah (hipotensi) dapat mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen dan suplai darah. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit membiru dan keringat dingin. Tekanan darah rendah juga bisa menjadi tanda seseorang mengalami syok.

7. Hipertiroidisme 

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif dalam memproduksi hormon tiroid (hipertiroidisme) juga dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Hal ini membuat tubuh banyak mengeluarkan keringat.

8. Migrain 

Penyebab keringat dingin lainnya adalah migrain. Pada kondisi ini, tubuh akan mengeluarkan keringat dingin sebagai respons alami terhadap rasa sakit. 

9. Vertigo 

Vertigo dapat terjadi karena adanya gangguan di telinga bagian dalam dan komponen yang menghubungkannya ke otak. Kondisi tersebut juga bisa membuat penderitanya berkeringat disertai rasa dingin. 

10. Menopause

Perubahan hormon di dalam tubuh yang terjadi saat menopause dapat menyebabkan wanita mudah berkeringat secara berlebihan, termasuk keringat dingin dan keringat di malam hari.

11. Serangan jantung 

Serangan jantung juga dapat menjadi salah satu penyebab keringat dingin. Selain keringat dingin, serangan jantung juga bisa menimbulkan gejala lain berupa nyeri di dada, seperti ditusuk atau ditimpa beban berat serta nyeri yang menjalar di lengan dan leher.

12. Kanker

Berbagai penyakit kanker, misalnya leukemia, kanker tulang, dan kanker hati, dapat menimbulkan gejala berupa keringat dingin, terutama di malam hari. Ini karena umor yang bersifat ganas dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga suhu tubuh naik dan produksi keringat bertambah.

Selain beberapa penyebab di atas, keringat dingin juga dapat terjadi akibat efek putus obat, alkohol, maupun nikotin atau dampak dari kecanduan. Efek ini juga bisa menyebabkan seseorang mengalami insomnia maupun depresi.

Bila terjadi sesekali dan masih bisa beraktivitas seperti biasa, keringat dingin tidak perlu dikhawatirkan dan bisa diatasi dengan perawatan sederhana, misalnya dengan banyak minum air putih dan minum teh jahe.

Meski terkesan sepele, keringat dingin perlu diwaspadai apabila disertai gejala lain, seperti demam tinggi, muntah berulang, kejang, nyeri dada, sesak napas, atau buang air besar berdarah.

Jika Anda mengalami keringat dingin dan beberapa gejala penyerta yang disebutkan di atas, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. Konsultasi dapat dilakukan secara cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter. Dengan begitu, dokter dapat memastikan penyebab keringat dingin dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.