Efek makan mie instan setiap hari bisa berpengaruh terhadap sistem pencernaan, ginjal, jantung, dan bahkan otak. Namun, masih banyak orang yang mungkin belum menyadari atau malah menyepelekan efek jangka panjang akibat sering makan mie instan.

Mie instan adalah makanan cepat saji yang murah, praktis, dan mudah dibuat. Mie ini juga terasa gurih sehingga banyak orang yang menyukainya dan tidak ragu untuk mengonsumsinya setiap hari. Padahal, dibalik itu ada banyak efek makan mie instan setiap hari yang buruk kesehatan tubuh.

5 Efek Makan Mie Instan Setiap Hari yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Meski bisa berbeda-beda tiap produk, mie instan umumnya tinggi kandungan garam dan kalori tetapi rendah kandungan serat, protein, vitamin, serta mineral atau bahkan tidak ada sama sekali. Ibaratnya, makan mie instan hanya membuat perut kenyang, tetapi tidak memberikan nutrisi atau antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berbagai Efek Makan Mie Instan Setiap Hari

Mie instan terbuat dari tepung terigu, garam, minyak sawit, monosodium glutamat (MSG), serta bahan pengawet dan perasa tambahan. Satu bungkus kemasan mie instan biasanya mengandung 1.500–1.700 mg garam atau setara dengan 65% dari asupan harian garam yang direkomendasikan.

Bila mie instan dikonsumsi setiap hari, tingginya kandungan garam dan kalori di dalamnya akan mengganggu fungsi berbagai organ di dalam tubuh dan malah menyebabkan tubuh bisa mengalami kekurangan nutrisi. Untuk lebih jelasnya, inilah berbagai efek makan mie instan setiap hari:

1. Gangguan pencernaan

Dalam proses produksi, mie instan diawetkan dengan bahan kimia yang disebut tersier-butyl hydroquinone (TBHQ). Bahan pengawet berfungsi untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah pembusukan mie instan.

Meski TBHQ dianggap aman dalam kadar yang rendah, penelitian mengatakan bahwa bahan pengawet ini sulit dicerna di dalam perut. Akibatnya, tubuh menjadi terpapar TBHQ dalam waktu yang lama dan bisa menghalangi tubuh untuk menyerap nutrisi lain.

Tidak heran, efek makan mie instan setiap hari bisa menyebabkan gejala gangguan pencernaan, seperti sembelit, mual, dan muntah.

2. Sindrom metabolik

Efek makan mie instan setiap hari dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Ini merupakan hasil dari menumpuknya kandungan garam dan lemak jenuh yang tinggi di dalam mie instan di dalam tubuh.

Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan kesehatan yang berkaitan dengan risiko terjadinya penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Pada kondisi ini, tekanan darah, kolesterol atau trigliserida (lemak jahat), dan gula darah meningkat secara signifikan.

Selain sering makan mie instan, terlalu banyak konsumsi makanan manis atau berlemak, jarang berolahraga, dan kebiasaan merokok juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko terkena sindrom metabolik.

3. Gangguan fungsi ginjal

Terganggunya fungsi ginjal juga merupakan efek makan mie instan setiap hari yang sering terjadi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.

Alasanya, asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah sehingga menyulitkan ginjal untuk bekerja dengan normal. Terlalu banyak tekanan pada ginjal dapat mengganggu kerja ginjal mengeluarkan cairan dari tubuh.

Lama-kelamaan, kondisi tersebut dapat merusak ginjal dan menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh (edema).

4. Tekanan darah tinggi

Seperti yang telah dijelaskan, asupan garam berlebih dapat mengganggu kerja ginjal untuk mengeluarkan air sehingga menyebabkan penumpukan cairan. Nah, kelebihan air ini akan menyebabkan tekanan ekstra pada dinding pembuluh darah sehingga tekanan darah pun meningkat.

Jika Anda telah menderita tekanan darah tinggi atau memiliki faktor risiko tersebut dari keluarga, makan mie instan setiap hari akan makin meningkatkan tekanan darah. Selain itu, obat yang Anda minum untuk mengendalikan tekanan darah pun menjadi tidak bekerja maksimal.

Boleh dibilang, makanan tinggi garam atau tinggi natrium adalah musuh utama bagi penderita tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, diet yang paling disarankan adalah pola makan rendah garam dengan nutrisi yang seimbang.

5. Penyakit jantung

Efek buruk dari tekanan darah tinggi akibat makan mie instan setiap hari nantinya juga berdampak terhadap kinerja jantung. Tekanan darah tinggi dapat mempersempit atau merusak pembuluh darah arteri yang memasok darah ke jantung. Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar ke jantung dan berisiko menyebabkan serangan jantung.

Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan otot jantung menjadi kewalahan, tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dan perlahan melemah sampai mengakibatkan gagal jantung.

Perlu diketahui, mie instan kemasan berbeda dengan mie homemade yang fresh. Mie atau ramen ala Jepang yang dibuat fresh biasanya disajikan dalam bentuk sup dan diberi tambahan tahu, daging, ayam, telur rebus, daun bawang, dan berbagai sayuran lainnya. Nah, sajian mie yang dibuat fresh ini dinilai lebih sehat karena ada tambahan nutrisi dari daging dan sayuran tersebut.

Mengingat efek makan mie instan setiap hari sangatlah buruk, batasilah konsumsinya, misalnya 1–2 kali sebulan. Cara membatasi konsumsi mie instan juga dapat dilakukan dengan hanya mengonsumsinya pada kondisi tertentu, contohnya saat berkemah atau saat mengalami kondisi darurat seperti bencana alam.

Jika Anda terpaksa atau sangat ingin mengonsumsi mie instan, inilah beberapa tips sehat yang bisa diikuti:

  • Pilih mie instan yang terbuat dari 100% biji-bijian utuh.
  • Pilih mie instan yang paling rendah kadar garam, natrium, atau sodium.
  • Tambahkan asupan protein dalam semangkuk mie instan, misalnya sayuran, ayam rebus, telur rebus, atau tahu.
  • Gunakan setengah dari bumbu yang ada dalam kemasan mie instan untuk membatasi asupan garam, natrium, atau sodium.

Efek makan mie instan setiap hari sebaiknya jangan disepelekan. Jika Anda mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi mie instan, jangan ragu berkonsultasi ke dokter  agar diberikan saran dan penanganan yang sesuai. Konsultasi dapat dilakukan dengan cepat melalui Chat Bersama Dokter.