Manfaat daging kalkun terletak pada kandungan nutrisinya yang mendukung kesehatan. Namun, tidak semua bagian daging kalkun memiliki kandungan gizi yang sama, sehingga penting untuk memilih bagian yang aman dan bernutrisi untuk dikonsumsi.
Daging kalkun merupakan salah satu makanan yang cukup digemari di beberapa negara karena kaya akan gizi, terutama kandungan proteinnya. Selain itu, daging ini juga dianggap lebih sehat daripada daging merah. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang memilih untuk mengonsumsinya untuk mendapatkan manfaat daging kalkun.
Daging Kalkun dan Kandungan Nutrisinya
Dalam setiap 100 gram daging kalkun terdapat sekitar 180 kalori dan beragam nutrisi berikut ini:
- 28,5 gram protein
- 7,4 gram lemak
- 225 miligram fosfor
- 30 miligram magnesium
- 14 miligram kalsium
- 9,5 miligram vitamin B3 (niacin)
Daging kalkun juga mengandung nutrisi penting lainnya, seperti vitamin B12, zat besi, folat, zinc, choline, dan selenium.
Kandungan nutrisi pada daging kalkun bisa berbeda-beda, tergantung pada bagian daging kalkun mana yang dikonsumsi. Daging kalkun bagian kaki atau paha memiliki warna yang lebih gelap dan mengandung lebih banyak lemak serta lebih sedikit protein daripada bagian lainnya, seperti dada atau sayap kalkun.
Kandungan lemak pada daging kalkun akan meningkat jika dikonsumsi bersama kulitnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak pada kulit kalkun.
Beragam Manfaat Daging Kalkun
Jika ingin mengonsumsi daging kalkun, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi daging tanpa kulit agar manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal. Berikut ini adalah beberapa manfaat daging kalkun:
1. Meningkatkan energi
Salah satu manfaat daging kalkun adalah dapat meningkatkan energi. Ini karena kalkun kaya akan kandungan protein dan lemak yang dapat diolah menjadi sumber energi bagi tubuh.
Kalkun juga mengandung vitamin B3 yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Selain itu, vitamin ini juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit, pencernaan, dan sistem saraf.
Selain terkandung di dalam daging kalkun, makanan lain yang juga mengandung vitamin B3, protein, dan lemak sehat adalah nasi merah, ikan, telur, jamur portabella, kacang hijau, dan alpukat.
2. Menurunkan berat badan
Bila Anda sedang menjalani diet, daging kalkun dapat dimanfaatkan sebagai salah satu menu harian. Konsumsi daging kalkun, khususnya bagian dada dan tanpa kulit, bisa menurunkan berat badan. Ini karena kandungan protein yang tinggi di dalamnya bisa memberikan efek kenyang lebih lama. Dengan demikian, keinginan untuk makan secara berlebih dapat berkurang.
Untuk memastikan jumlah konsumsi protein saat menjalani diet, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, aktivitas, dan riwayat kesehatan.
Secara umum, Anda harus memastikan bahwa 10–35% kebutuhan tubuh akan kalori harian terpenuhi dari konsumsi makanan berprotein.
3. Mencegah anemia
Kurangnya asupan zat besi dapat meningkatkan risiko terkena anemia. Untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh akan zat besi, Anda disarankan mengonsumsi makanan tinggi zat besi, seperti daging kalkun.
Selain kaya akan zat besi, daging kalkun juga mengandung folat dan vitamin B12 yang penting untuk mendukung produksi sel darah merah yang sehat.
4. Menguatkan imunitas tubuh
Untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat, Anda membutuhkan asupan nutrisi yang meliputi protein, vitamin, dan mineral. Berbagai nutrisi tersebut bisa diperoleh dari aneka makanan sehat, termasuk daging kalkun.
Daging kalkun mengandung protein, vitamin B kompleks, selenium, serta zinc yang berperan penting dalam memperkuat imunitas tubuh. Aneka nutrisi tersebut berfungsi untuk membentuk antibodi serta mendukung kerja sel-sel darah putih dalam melawan infeksi.
5. Mengontrol kadar gula darah
Manfaat daging kalkun yang selanjutnya adalah mengontrol kadar gula darah. Daging kalkun merupakan makanan dengan indeks glikemik rendah. Artinya, daging ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah, sehingga baik dikonsumsi oleh orang yang rentan terkena diabetes maupun penderita diabetes.
Meski demikian, jangan hanya mengandalkan konsumsi daging kalkun untuk mengontrol kadar gula darah. Anda juga disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan manis, membatasi asupan tinggi karbohidrat, memperbanyak konsumsi makanan berserat, serta berolahraga secara rutin setidaknya 150 menit per minggu.
6. Melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas
Manfaat daging kalkun juga dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas. Kandungan selenium pada daging kalkun memiliki sifat antioksidan sehingga mampu menangkal bahaya radikal bebas yang dapat memicu ragam penyakit, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit tiroid, dan kanker.
Namun, beragam manfaat selenium dari kalkun dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit perlu diteliti lebih lanjut guna menilai porsi konsumsi yang tepat dan efektivitasnya.
7. Menjaga kesehatan jantung
Konsumsi daging kalkun bermanfaat bagi kesehatan jantung, terutama bila porsi dan pengolahannya tepat. Dada kalkun tanpa kulit kaya akan protein dan memiliki kadar lemak yang lebih sedikit, sehingga tidak memicu peningkatan kadar kolesterol jahat yang dapat mengganggu kesehatan jantung.
Daging kalkun juga baik untuk kesehatan jantung karena mengandung asam amino arginine yang dapat memperlancar peredaran darah. Arginine bermanfaat untuk melebarkan pembuluh darah dan membuatnya lebih rileks, sehingga aliran darah dapat mengalir lebih lancar.
Itulah beberapa manfaat daging kalkun bagi kesehatan. Selain mengonsumsi daging kalkun tanpa kulit, Anda juga disarankan untuk mengomsumsi daging kalkun segar, bukan yang sudah diolah menjadi sosis, nugget, atau makanan kalengan. Pasalnya, daging kalkun olahan biasanya mengandung garam yang tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan.
Untuk mengetahui takaran yang disarankan agar manfaat daging kalkun bisa diperoleh dengan maksimal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal ini menjadi langkah yang penting, terutama jika Anda sedang menderita penyakit tertentu dan perlu menjaga asupan makan.