Obat pascaoperasi caesar dapat berupa obat untuk mengatasi nyeri, mempercepat penyembuhan bekas luka, dan melancarkan ASI. Pemberian obat pascaoperasi caesar bertujuan untuk mempercepat penyembuhan serta memudahkan ibu untuk merawat bayi baru lahir yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Obat pascaoperasi caesar dikonsumsi selama perawatan di rumah sakit maupun selama masa pemulihan di rumah. Nyeri dan penyembuhan pascaoperasi caesar yang cenderung lebih lama daripada persalinan normal sering menjadi kekhawatiran ibu yang menjalani prosedur ini. Rasa sakit pascaoperasi caesar terkadang juga bisa sampai membatasi gerak ibu.
Ditambah lagi, banyak dari ibu yang menjalani operasi caesar khawatir jika ASI-nya tidak langsung keluar. Padahal, pemberian ASI untuk bayi yang lahir caesar sangatlah penting. ASI memiliki kandungan sinbiotik yang berperan besar terhadap pembentukan imunitas bagi Si Kecil yang lahir caesar.
Sinbiotik nerupakan kombinasi probiotik dan prebiotik untuk bantu mengembalikan keseimbangan mikrobiota saluran pencernaan bayi yang berperan membentuk imunitas kuat pada bayi. Hal ini dikarenakan bayi yang terlahir lewat operasi caesar tidak mendapatkan paparan bakteri baik yang ada di jalur lahir normal.
Jenis Obat Pascaoperasi Caesar
Obat antinyeri, obat untuk mempercepat penyembuhan luka, dan obat untuk memperlancar ASI akan diberikan oleh dokter untuk memastikan kenyamanan Bunda setelah menjalani proses melahirkan secara caesar. Berikut ini adalah jenis obat pascaoperasi caesar yang dapat diberikan oleh dokter:
1. Opioid
Opioid adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengurangi nyeri sedang sampai berat. Jenis opoid yang umumnya diberikan sebagai obat pascaoperasi caesar adalah morfin dan oxycodone.
Obat pascaoperasi caesar ini bekerja dengan cara memblokir sinyal rasa nyeri pada sel saraf yang menuju otak. Opioid juga memicu pelepasan dopamin, yaitu senyawa kimia di otak yang memicu munculnya perasaan senang.
Selain diberikan sebagai obat pascaoperasi caesar, opioid juga kerap diberikan sebagai obat anestesi spinal (obat bius) sebelum operasi dilakukan.
Sebagai analgesik yang efeknya kuat, opioid ampuh untuk meredakan nyeri pascaoperasi caesar. Namun, opioid berpotensi menyebabkan ketergantungan, sehingga hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter.
Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping, seperti mengantuk, mual, muntah, pusing, sembelit, hingga gangguan pernapasan yang ditandai dengan melambatnya laju pernapasan dan napas yang lebih dangkal. Kondisi tersebut dapat berujung pada hipoksia.
Guna mencegah terjadinya efek samping tersebut, saat ini penggunaan opioid sebagai obat pascaoperasi caesar mulai dikurangi. Sebagai gantinya, Bunda akan diberikan obat pereda nyeri nonopioid secara terjadwal, seperti yang diterapkan dalam metode persalinan operasi caesar yang dinamakan ERACS.
2. Ibuprofen
Ibuprofen adalah obat golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang juga berfungsi untuk meredakan nyeri. Obat pascaoperasi caesar ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu senyawa kimia yang memicu timbulnya nyeri.
Ibuprofen menjadi salah satu obat pascaoperasi caesar yang dapat diresepkan untuk menggantikan penggunaan opioid. Meski dapat terserap ke ASI dalam jumlah kecil, ibuprofen aman digunakan oleh Bunda karena tidak memengaruhi produksi ASI dan kesehatan bayi.
3. Paracetamol
Paracetamol menjadi obat pascaoperasi caesar yang dianjurkan karena aman digunakan oleh ibu menyusui. Sebagai obat pereda nyeri, paracetamol bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin.
Paracetamol dapat terserap ke dalam ASI, tetapi dalam jumlah yang sangat kecil. Selama diminum sesuai aturan pakai, obat ini tidak berpengaruh pada produksi ASI dan kesehatan bayi.
Paracetamol juga menjadi solusi jika Bunda tidak dapat mengonsumsi ibuprofen, misalnya karena memiliki tukak lambung.
Selain diberikan sebagai obat pascaoperasi caesar, paracetamol dapat diberikan sebelum operasi dimulai. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi atau menggantikan penggunaan opioid.
Metode ini telah diterapkan dalam metode persalinan ERACS dan telah terbukti dapat meminimalkan rasa sakit pascaoperasi.
4. Ketorolac
Ketorolac adalah obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan nyeri sedang hingga berat. Ketorolac bekerja dengan cara menghambat produksi senyawa kimia yang bisa menyebabkan peradangan dan rasa nyeri.
Untuk meredakan nyeri pascaoperasi caesar, ketorolac dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau sebagai antinyeri epidural yang dikombinasikan dengan obat lain, seperti obat anestesi dexmedetomidine.
Ketorolac berupa tablet atau obat suntik biasanya diberikan sebelum, selama, dan setelah operasi. Obat ini juga aman digunakan oleh ibu menyusui.
5. Salep untuk mempercepat penyembuhan luka
Guna mempercepat penyembuhan luka, dokter biasanya meresepkan sale[ bioplacenton untuk dioleskan pada bekas jahitan operasi. Salep ini berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan jaringan kulit yang baru dan mencegah terjadinya infeksi pada luka.
Sebagai alternatif, dokter dapat memberikan salep yang mengandung ekstrak tanaman calendula atau bunga marigold. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan salep yang mengangung calendula efektif untuk mempercepat proses penyembuhan luka operasi maupun episiotomi.
6. Obat pelancar ASI
Studi mengungkap bahwa produksi ASI pada ibu yang melahirkan secara caesar lebih lambat daripada ibu yang melahirkan secara normal. Padahal, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bayi yang lahir caesar membutuhkan perlindungan ekstra karena cenderung memiliki sistem imun yang lebih lemah dibandingkan bayi yang lahir melalui pervaginam dan kondisi ini bisa diatasi melalui pemberian ASI.
Di dalam ASI terdapat kandungan nutrisi kombinasi probiotik dan prebiotik atau dikenal juga dengan sinbiotik yang memiliki peranan penting untuk keseimbangan bakteri saluran cerna bayi.
Keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan inilah yang dapat membentuk imunitas yang kuat pada bayi, sehingga ia tidak gampang sakit dan tumbuh kembangnya maksimal.
ASI dapat dirangsang keluar dengan cara melakukan metode skin to skin, lebih sering menyusui bayi, maupun memompa ASI secara berkala.
Jika produksi ASI masih sedikit, dokter dapat meresepkan obat pelancar ASI, seperti metoclopramide maupun domperidone. Obat ini digunakan jika cara lain tidak efektif untuk melancarkan ASI. Obat pelancar ASI bekerja dengan cara meningkatan kadar hormon prolaktin yang bertugas memproduksi ASI.
Beberapa obat pascaoperasi caesar untuk melancarkan ASI mengandung ekstrak daun katuk, ekstrak plasenta, maupun multivitamin yang dapat meningkatkan produksi ASI. Selain itu, dokter juga terkadang dapat memberikan antibiotik jika terjadi infeksi pascaoperasi.
Jika ASI masih sulit keluar, pemberian susu formula bisa menjadi pilihan. Pastikan susu formula bayi mengandung sinbiotik dengan kombinasi probiotik bifidobacterium dan prebiotik FOS:GOS. Susu formula dengan kandungan tersebut telah teruji klinis membantu memperkuat imunitas bayi.
Pilih susu formula yang juga dilengkapi kandungan DHA:AA 1:1 untuk memaksimalkan perkembangan bayi agar ia tumbuh cerdas. Namun, sebaiknya Bunda konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum memberikan susu formula pada Si Kecil.
Selain mengonsumsi obat pascaoperasi caesar dan memberikan susu formula yang tepat untuk Si Kecil sesuai arahan dokter, Bunda dianjurkan untuk menerapkan tips berikut ini untuk mempercepat pemulihan:
- Bersihkan luka secara perlahan dan gantilah perban secara rutin sesuai arahan dokter.
- Pilih posisi menyusui yang tidak menekan area bekas luka, seperti posisi dari samping (football hold) dan posisi berbaring menyamping.
- Gunakan pakaian longgar berbahan katun agar luka tidak bergesekan dengan pakaian.
- Perbanyak istirahat dan jangan ragu meminta bantuan orang lain dalam mengurus Si Kecil.
- Hindari aktivitas berat, seperti mengangkat benda berat, naik dan turun tangga, serta bersih-bersih rumah.
- Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau peregangan, untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah sembelit.
- Jika luka terasa nyeri, tempelkan bantal pemanas atau heating pad di area yang nyeri.
- Jangan menggaruk luka meskipun terasa gatal.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga stamina dan kualitas ASI serta mempercepat proses penyembuhan luka.
Lama pemulihan pada setiap ibu yang menjalani operasi caesar berbeda-beda. Namun, dengan mengonsumsi obat pascaoperasi caesar sesuai anjuran dokter dan dibarengi dengan menerapkan tips di atas, masa pemulihan pun bisa lebih cepat.
Jika nyeri pada luka operasi tidak membaik, makin parah, maupun muncul kemerahan dan bengkak di sekitar luka operasi, bahkan keluar darah atau nanah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Pasalnya, beberapa keluhan tersebut dapat menjadi tanda infeksi pada luka operasi.