Alien hand syndrome adalah gangguan saraf yang dapat menyebabkan salah satu tangan bergerak dengan sendirinya tanpa adanya perintah dari otak. Kondisi ini bisa membuat salah satu kaki ikut terpengaruh meskipun hal ini jarang terjadi.
Alien hand syndrome (AHS) atau sindrom tangan alien umumnya menyerang orang dewasa, terutama usia 60 tahun ke atas. Meski begitu, anak-anak juga mungkin untuk mengalami kondisi ini.
Saat seseorang terkena alien hand syndrome, tangannya akan bergerak sendiri secara tidak sadar. Tangan yang terkena sindrom ini dapat secara tiba-tiba memengang benda yang ada di sekitarnya tanpa adanya perintah dari otak.
Hal ini dapat membuat penderitanya bingung dan aktivitasnya terganggu. Bahkan, jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan cedera yang tidak disengaja, yang mungkin dapat mengancam nyawa.
Penyebab Alien Hand Syndrome
Sampai saat ini penyebab sindrom alien tangan masih diteliti lebih lanjut. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini timbul akibat adanya kerusakan atau gangguan pada otak karena kondisi-kondisi tertentu, seperti:
- Tumor otak
- Stroke
- Cedera kepala
- Aneurisma
- Sindrom Parry-Romberg
- Efek samping dari operasi otak
- Penyakit Creutzfeldt-Jakob
- Penyakit Alzheimer
- Migrain aura
- Multiple sclerosis
- Sindrom corticobasal
- Penyakit neurodegeneratif lain
Karena termasuk dalam kondisi langka, alien hand syndrome kecil kemungkinan disebabkan oleh kondisi-kondisi tersebut. Pada pasien stroke misalnya, risiko untuk terkena alien hand syndrome rendah meski angka persentasenya belum diketahui dengan pasti.
Sementara itu, hanya 4% dari penderita penyakit Creutzfeldt-Jakob yang mengalami alien hand syndrome. Adapun pada penderita sindrom corticobasal, yang merupakan salah satu jenis penyakit Parkinson, persentase yang terkena alien hand syndrome lebih besar, yaitu mencapai 30%.
Gejala Alien Hand Syndrome
Gejala alien hand syndrome sangat khas, yaitu adanya pergerakan tangan tanpa sadar atau terkendali. Oleh karena itu, orang yang mengalami kondisi ini dapat mengalami gejala berikut:
- Meraba bagian tubuh atau memegang benda lain secara tidak sadar
- Kesulitan untuk melepas barang yang sudah dipegang meski penderita ingin melepas barang tersebut
- Mengangkat tangan ke atas tanpa alasan
- Menggerakkan tangan tanpa adanya tujuan, seperti melambaikan tangan ketika sedang membaca buku
- Mengalami kesulitan untuk melakukan sesuatu menggunakan kedua tangannya
- Berjalan atau melangkah tanpa sadar jika kondisi ini juga memengaruhi kaki
Tangan yang mengalami alien hand syndrome bisa menjadi tidak kooperatif terhadap perintah di pikiran penderita. Bahkan, tangannya dapat bergerak berlawanan dengan apa yang ingin dilakukan, contohnya seperti menutup laci yang baru saja dibuka oleh tangan satunya.
Selain itu, alien hand syndrome juga bisa mengakibatkan keluhan berikut:
- Lengan atau kaki terasa lemas
- Kesulitan untuk berbicara atau afasia
- Kesulitan untuk mengenali objek yang disentuh dan dilihat (anomia)
- Kesulitan untuk membaca dan menulis padahal sebelumnya kendala ini tidak pernah dialami
Diagnosis Alien Hand Syndrome
Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis alien hand syndrome. Namun, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, serta menanyakan penyakit yang pernah atau sedang dialami, obat yang sedang dikonsumsi, serta gejala yang dirasakan.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes MRI (magnetic resonance imaging) dan CT scan kepala. Tujuan kedua pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui kondisi otak, termasuk ada tidaknya lesi, cedera, atau kerusakan di organ tersebut, yang memicu alien hand syndrome.
Pengobatan Alien Hand Syndrome
Pengobatan khusus untuk alien hand syndrome sebenarnya tidak ada. Meski demikian, ada beberapa tindakan yang bisa membantu meredakan gejala kondisi ini.
Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan alien hand syndrome:
Terapi obat
Untuk mengurangi gerakan yang tidak disadari, dokter dapat meresepkan obat antikejang atau antikonvulsan, misalnya brivaracetam, cannabidiol, carbamazepine, cenobamate, clobazam, atau felbamate.
Alternatif lainnya adalah agen penghambat neuromuskular, seperti suksinilkolin, rocuronium, mivacurium, atau atracurium. Agen penghambat neuromuskular berfungsi melemaskan otot atau membuat otot lumpuh sementara sehingga gejala alien hand syndrome bisa mereda.
Suntik botox
Suntik botox bisa meredakan gejala alien hand syndrome hingga 80% karena pengobatan ini dapat membuat otot menjadi lebih rileks. Namun, suntik botox hanya memberikan hasil yang sementara sehingga pengobatan ini perlu kembali dilakukan setelah beberapa bulan.
Teknik pelatihan visuospatial
Teknik ini bermanfaat untuk membantu mengubah persepsi pasien mengenai anggota tubuh yang terasa asing. Caranya adalah dengan menjepit tangan yang terkena alien hand syndrome di antara ke dua paha atau kaki, atau menduduki tangan tersebut agar berhenti bergerak.
Mirror box therapy
Terapi ini dapat menciptakan ilusi agar otak meyakini bahwa anggota tubuh yang terkena alien hand syndrome bergerak secara terkendali atau sadar.
Terapi perilaku kognitif
Pengobatan alien hand syndrome ini mungkin tidak berperan dalam meredakan gejala, tetapi bisa membantu sisi emosional pasien untuk menerima kondisi yang dialaminya. Terapi ini juga dapat membantu pasien memandang kelainan yang dialaminya dengan sudut pandang yang lebih baik.
Selain terapi perilaku kognitif, dokter juga dapat merekomendasikan terapi fisik atau terapi okupasi.
Untuk mendapatkan pilihan pengobatan yang tepat, pasien bisa berkonsultasi kepada dokter via chat atau dengan berkunjung langsung ke dokter.
Komplikasi Alien Hand Syndrome
Alien hand syndrome dapat mengganggu aktivitas penderitanya, bahkan berdampak besar terhadap kesehatan mental. Bila penderita tidak dapat mengelola sindrom ini dengan baik, perasaan asing terhadap tangan sendiri bisa muncul. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya:
- Depresi
- Kecemasan
- Ketakutan atau paranoid
Pada kasus tertentu, alien hand syndrome dapat memicu terjadinya cedera akibat tangan yang secara tidak sadar melakukan hal-hal yang berbahaya. Cedera bisa terjadi ketika tangan yang terkena sindrom ini bergerak sendiri menyentuh panci yang panas atau pisau yang tajam.
Bahkan, tangan penderita bisa secara tidak sadar melakukan tindakan menampar atau meninju dirinya sendiri. Hal ini tentu bisa menyebabkan terjadinya cedera yang serius.
Pencegahan Alien Hand Syndrome
Cara terbaik untuk mencegah alien hand syndrome adalah dengan menghindari faktor risikonya, misalnya dengan mencegah terjadinya cedera kepala dengan menggunakan helm atau sabuk pengaman ketika berkendara.
Untuk Anda yang mengalami kondisi tertentu atau berisiko untuk terkena alien hand syndrome, cobalah untuk berkonsultasi kepada dokter terkait pencegahan yang perlu dilakukan. Konsultasi bisa dilakukan secara online melalui Chat Bersama Dokter.