Anjing bulldog dikenal dengan tubuhnya yang kekar dan wajahnya yang bergelambir. Meski terkesan garang, anjing ini sebenarnya memiliki sifat yang tenang, manja, dan setia. Dengan pelatihan dan perawatan yang tepat, bulldog dapat menjadi anjing penjaga yang ramah sekaligus teman yang baik untuk keluarga.

Bulldog merupakan anjing yang dikembangbiakkan untuk olahraga bull-baiting di Inggris, yakni adu anjing dengan banteng. Namun, pada 1835, parlemen Inggris melarang bull-baiting, sehingga popularitas anjing bulldog menurun dan bahkan hampir punah.

Anjing Bulldog, Kenali Karakteristik dan Cara Merawatnya - Alodokter

Untungnya, beberapa orang berhasil mengembangbiakkan anjing bulldog sebagai hewan peliharaan dengan menghilangkan sifat ganasnya. Jika Anda tertarik untuk memiliki anjing bulldog, ada beberapa info yang penting diketahui seputar jenis anjing yang menggemaskan ini.

Karakteristik Anjing Bulldog

Terlepas dari tampilannya yang sangar, anjing bulldog memiliki karakteristik unik yang membuatnya sangat cocok dijadikan teman dan hewan peliharaan di rumah. Berikut ini adalah beberapa karakteristik anjing bulldog yang perlu kamu ketahui:

1. Anjing berukuran tubuh sedang

Bulldog termasuk ke dalam golongan anjing dengan ukuran sedang. Anjing ini memiliki tinggi antara 35–38 cm dengan berat antara 18–23 kg. Berdasarkan ukurannya, bulldog cocok dijadikan sebagai hewan peliharaan di rumah karena perawatannya lebih praktis dan tidak membutuhkan terlalu banyak ruang.

2. Berbadan kekar dan berotot

Badan yang kekar dan berotot memang menjadi ciri khas anjing bulldog. Tubuhnya yang padat dan kuat membuat anjing ini tampak tangguh sehingga tepat dijadikan sebagai hewan penjaga. 

Meskipun tidak termasuk ke dalam golongan anjing besar, bulldog memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Dengan kehadirannya saja sudah cukup memberikan rasa aman di rumah.

3. Rahang yang besar dan kuat

Rahang anjing bulldog adalah senjata yang mematikan saat digunakan untuk bertarung. Dengan ukuran rahang yang besar dan otot yang kokoh, gigitannya dapat memberikan tekanan yang luar biasa. Kekuatan gigitan bulldog berkisar antara 200–400 PSI atau setara dengan gigitan anjing pitbull dan serigala.

Namun, jika dilatih dan dididik dengan baik, anjing pitbull bisa belajar untuk tidak menggigit anggota keluarga di rumah.

4. Wajah bergelambir

Anjing bulldog dapat dikenali dengan ciri wajah yang unik, yakni wajah bergelambir. Karakteristik ini tidak lepas dari sejarahnya sebagai anjing petarung di masa lalu. Pada masa itu, orang-orang membiakkan bulldog dengan dengan kulit yang longgar, sehingga bisa cepat pulih dari serangan banteng dan kembali bertarung. 

5. Kepribadian yang lembut

Meski dahulunya adalah anjing petarung yang ganas dan agresif, bulldog kini berkembang menjadi anjing yang memiliki kepribadian lembut. Ia sangat suka bersosialisasi dengan mencari perhatian orang di rumah. 

Meski demikian, anjing bulldog bisa bersikap agresif kepada orang atau hewan yang tidak dikenal. Oleh karena itu, kamu perlu melatih anjing kesayanganmu untuk terbiasa dengan orang asing atau hewan lain.

6. Cenderung malas

Chill”, mungkin adalah kata yang tepat untuk menjelaskan gaya hidup anjing bulldog. Di balik tampangnya yang garang, anjing ini tidak suka banyak bergerak, kecuali benar-benar dibutuhkan. Biasanya, bulldog lebih suka menghabiskan waktu untuk tidur dan bermalas-malasan di sofa atau pojok ruangan.

Namun, untuk menjaga kesehatannya, kamu perlu membiasakan ia untuk tetap aktif bergerak, misalnya dengan mengajaknya jalan sore di sekitar rumah.

Masalah Kesehatan Umum pada Anjing Bulldog

Sebagai ras yang memiliki ciri fisik unik, anjing bulldog juga rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus, di antaranya:

Sindrom obstruksi napas brachycephalic

Kondisi ini merupakan kelainan anatomi yang biasa terjadi pada anjing berwajah datar (brachycephalic), seperti anjing bulldog. Anatomi wajah tersebut membuat saluran napas anjing jadi lebih pendek dan berisiko mengalami perubahan struktural yang bisa memicu gangguan pernapasan.

Pioderma lipatan kulit

Kerutan pada kulit wajah anjing bulldog dapat menyebabkan masalah kulit, terlebih saat basah dan tidak dikeringkan dengan benar. Kerutan atau gelambir tersebut dapat menjadi lingkungan yang hangat dan lembap, sehingga dapat ditumbuhi oleh bakteri atau jamur penyebab pioderma (infeksi kulit).

Displasia pinggul

Displasia pinggul adalah kelainan sendi yang terjadi selama masa pertumbuhan. Kondisi ini menyebabkan sendi pinggul tidak dapat menyatu dengan baik dan longgar. Akibatnya, anjing bulldog yang mengalami displasia pinggul berisiko mengalami radang sendi dan pincang. 

Entropion

Entropion adalah kondisi dimana kelopak mata menggulung ke dalam dan menyebabkan bulu mata bersentuhan dengan permukaan bola mata. Kondisi ini cukup sering terjadi pada anjing bulldog karena bentuk wajahnya yang berkerut. Entropion dapat menyebabkan kemerahan, nyeri, dan pembengkakan pada area di sekitar mata. 

Obesitas

Karena sifat malasnya, anjing bulldog juga berisiko mengalami masalah berat badan berlebih atau obesitas. Jika tidak dikontrol dengan pola makan sehat dan olahraga ringan secara rutin, kelebihan berat badan ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan lain, seperti gangguan sendi, pernapasan, dan penyakit jantung.

Cara Merawat Anjing Bulldog

Cara merawat anjing bulldog tidaklah sulit, tetapi memang harus dilakukan dengan sabar dan konsisten. Berikut ini adalah tips merawat anjing bulldog agar ia tetap sehat dan aktif:

Kontrol pola makannya

Jenis dan pola makan anjing bulldog perlu mendapat perhatian khusus agar ia bisa terhindar dari masalah kesehatan, seperti obesitas. Secara umum, anjing bulldog dewasa perlu diberi makan 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari. Sementara itu, anak anjing bulldog memerlukan jadwal makan yang lebih sering untuk mendukung tumbuh kembangnya, yakni sekitar 3–4 kali sehari. 

Selain itu, kamu juga perlu memberikan makanan yang mengandung berbagai nutrisi. Untuk membantu menjaga kesehatannya, kamu mungkin juga perlu memberikan suplemen anjing, seperti asam lemak omega-3, suplemen sendi, probiotik, dan suplemen penambah kekebalan tubuh. 

Berikan pelatihan yang cukup

Memberikan pelatihan yang cukup juga merupakan hal yang tak kalah penting dalam merawat anjing bulldog. Sifatnya yang cenderung malas membuat bulldog lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, seperti obesitas dan masalah jantung. 

Oleh karena itu, kamu perlu membiasakannya berolahraga ringan secara rutin, misalnya dengan jalan-jalan atau bermain di halaman rumah. 

Latih perilaku dan kemampuan bersosialisasinya

Bulldog adalah anjing yang setia dan patuh dan sifat ini penting untuk dilatih dan dipertahankan agar ia bisa tetap mengontrol perilaku dan kemampuan sosialnya. Tanpa latihan yang tepat, bulldog bisa menjadi keras kepala, sulit diatur, dan tidak terbiasa berinteraksi dengan lingkungan sekitar, termasuk orang asing atau hewan lain. Ia pun bisa jadi lebih suka menggigit orang atau hewan lain yang tak dikenalnya.

Untuk melatih perilakunya, kamu bisa mulai dengan memberi perintah dasar, seperti duduk atau diam. Lalu, gunakan camilan atau pujian sebagai hadiah jika ia mematuhi perintah tersebut. Nah, karena bulldog adalah anjing yang cepat bosan, sebaiknya latihan ini dilakukan dalam sesi yang singkat tetapi rutin. 

Selain itu, bulldog kesayanganmu juga perlu diperkenalkan pada lingkungan baru dan orang lain secara perlahan agar ia tidak menjadi anjing yang penakut atau agresif. 

Mandikan secara rutin

Anjing bulldog perlu dimandikan secara rutin, yakni sekitar 1 kali dalam seminggu. Hal ini penting karena bulldog memiliki banyak lipatan kulit (di wajah), yang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur penyebab infeksi. 

Untuk memandikan anjing bulldog, kamu bisa menggunakan sabun pembersih khusus anjing yang banyak dijual di pasaran. Bersihkanlah tubuhnya dengan lembut, terutama bagian lipatan kulit di wajah dan leher. Selain itu, pastikan sabun dibilas sampai bersih agar tidak menimbulkan iritasi. 

Setelah itu, keringkan tubuh dan lipatan kulit bulldog dengan handuk bersih agar tidak lembap dan mencegah tumbuhnya jamur atau bakteri.

Bersihkan mata dan telinganya secara rutin

Mata dan telinga bulldog juga perlu dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan kotoran dan infeksi. Bersihkan mata dan telinganya dengan hati-hati dan gunakanlah kapas atau kain lembut agar tidak melukai area tersebut.

Nah, itulah beberapa hal penting seputar anjing bulldog yang perlu kamu ketahui. Agar kesehatannya tetap terjaga, pastikan untuk memeriksakan bulldog kesayanganmu ke dokter hewan secara rutin, ya.