Sebagian besar benjolan di daun telinga bersifat jinak dan dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, pada beberapa kasus, benjolan ini bisa saja bersifat ganas hingga memengaruhi pendengaran. Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis dan langkah penanganan benjolan di daun telinga.
Benjolan di daun telinga dapat disebabkan oleh kista, tumor jinak, atau tumor ganas. Apabila disebabkan oleh kista, benjolan akan terlihat seperti kantung kecil yang berisi cairan atau sel kulit mati. Sementara itu, benjolan yang disebabkan oleh tumor jinak akan terlihat seperti jaringan abnormal yang padat dan dapat bertambah besar seiring waktu.
Jika benjolan di daun telinga disebabkan oleh tumor ganas atau kanker, kondisi ini akan disertai dengan beberapa gejala, seperti benjolan berwarna putih, kulit bersisik di sekitar telinga, dan pada beberapa kasus terdapat luka terbuka.
Benjolan di Daun Telinga dan Berbagai Jenisnya
Terdapat beberapa jenis benjolan di daun telinga dengan berbagai penyebabnya masing-masing, yaitu:
1. Keloid
Keloid pada daun telinga ditandai dengan benjolan yang terasa padat, kenyal, dan terasa berserat. Benjolan ini dapat timbul karena adanya trauma ringan atau paling sering terjadi setelah penderita melakukan tindik telinga.
Keloid termasuk ke dalam jenis tumor jinak yang dapat tumbuh cukup besar dan menyebabkan rasa nyeri dan gatal.
2. Osteoma
Osteoma merupakan tumor jinak yang dapat muncul pada telinga bagian luar. Meski umumnya tidak bergejala, benjolan di daun telinga akibat osteoma mungkin saja menyebabkan gangguan kemampuan pendengaran, telinga berdenging, serta keluarnya cairan dari telinga.
3. Kista sebasea
Kista sebasea terbentuk dari sel kulit mati dan kelenjar minyak yang terdapat dalam kulit. Benjolan ini muncul ketika produksi minyak pada kelenjar kulit lebih cepat dari yang bisa dikeluarkan. Selain itu, tersumbatnya lubang kelenjar minyak juga menjadi penyebab munculnya benjolan di daun telinga.
Gejala utama dari kista sebasea adalah munculnya benjolan kecil yang tidak menimbulkan nyeri. Namun, pada beberapa kasus, kista sebasea yang meradang akan nampak kemerahan dan terasa hangat ketika disentuh.
4. Kista epidermoid
Meski terlihat mirip, kista epidermoid berbeda dengan kista sebasea. Kista epidermoid terjadi akibat kerusakan folikel rambut atau lapisan luar kulit (epidermis). Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa.
Benjolan di daun telinga akibat kista epidermoid biasanya ditandai dengan benjolan berkomedo kecil. Terkadang, kista ini juga menimbulkan gejala, seperti keluarnya cairan kental, kuning, dan berbau. Kista epidermoid yang sudah meradang atau infeksi dapat disertai dengan kemerahan, bengkak, dan nyeri.
5. Karsinoma sel basal
Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit yang dapat menyebabkan benjolan di daun telinga. Gejala yang ditimbulkan meliputi benjolan yang bertambah besar seiring waktu, kulit bersisik, rasa gatal atau nyeri, serta luka yang sering kali mengeluarkan cairan bening atau berdarah.
6. Melanoma
Selain karsinoma sel basal, melanoma juga termasuk salah satu kanker kulit yang dapat menyebabkan benjolan di daun telinga. Meski kasusnya lebih jarang terjadi, kanker yang satu ini dianggap sebagai jenis kanker kulit yang paling serius.
Melanoma akan terlihat seperti tahi lalat tetapi bentuknya tidak beraturan dan memiliki lebih dari satu warna. Selain itu, ukuran melanoma dapat berkembang seiring waktu dan menimbulkan rasa gatal atau berdarah.
Benjolan di Daun Telinga dan Langkah Penanganannya
Terdapat beberapa langkah penanganan benjolan di daun telinga yang disesuaikan pada tingkat keparahannya. Jika benjolan tidak menimbulkan infeksi dan masalah pendengaran, kondisi ini tidak memerlukan perawatan.
Namun, jika benjolan disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan dan membuat tidak nyaman, berikut ini adalah langkah penanganan yang dapat dilakukan:
Biopsi
Ketika ukuran benjolan di daun telinga semakin membesar, dokter akan mencurigai adanya keganasan dan melakukan biopsi. Biopsi menjadi langkah awal untuk memastikan tingkat keganasan benjolan dan menentukan tindakan pengobatan selanjutnya.
Memberikan kortikosteroid
Pada beberapa kasus, benjolan di daun telinga juga dapat menimbulkan peradangan dan rasa nyeri yang hebat. Ketika kondisi ini terjadi, dokter biasanya akan meresepkan kortikosteroid untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Insisi dan drainase
Metode ini dapat digunakan pada benjolan yang telah terinfeksi dan berisi nanah. Nantinya, dokter akan membuat sayatan kecil sembari memeras perlahan isi benjolan. Meski metode ini tergolong cepat dan mudah, benjolan masih berisiko timbul kembali.
Operasi kecil
Operasi kecil mungkin diperlukan jika benjolan mulai terasa nyeri, menyebabkan infeksi telinga, serta mengganggu pendengaran. Dengan metode ini, dokter akan mengangkat seluruh kista, sehingga benjolan ini tidak dapat muncul kembali.
Antibiotik
Pada benjolan yang menunjukkan gejala infeksi, seperti kemerahan, nyeri, dan demam, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membantu meredakan berbagai gejala tersebut.
Benjolan di daun telinga biasanya memang bersifat jinak dan dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, Anda tetap perlu berhati-hati apabila memiliki benjolan di daun telinga. Jangan coba-coba untuk memencet benjolan dan selalu jaga kebersihan area telinga.
Apabila Anda memiliki keluhan pada benjolan di daun telinga, seperti benjolan makin membesar, menimbulkan nyeri yang parah, serta mengganggu fungsi pendengaran, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.