Daging kelinci merupakan sumber protein hewani yang rendah lemak. Meski tidak sepopuler daging sapi dan daging ayam, manfaat daging kelinci untuk kesehatan juga tidak kalah melimpah. Ini karena daging kelinci mengandung banyak nutrisi.
Daging kelinci memiliki rasa yang gurih dengan tekstur lembut, sehingga lebih mudah dikunyah. Di beberapa negara Eropa, daging ini sudah umum dikonsumsi. Sementara itu, di Indonesia, konsumsi daging kelinci masih terbatas pada daerah tertentu karena banyak yang menganggapnya sebagai hewan peliharaan, bukan sumber pangan.
Namun, bagi penikmat kuliner, daging kelinci mungkin sudah bukan menjadi hal yang asing. Ini karena daging kelinci kerap kerap diolah menjadi berbagai hidangan, misalnya sate kelinci.
Daging Kelinci dan Kandungan Nutrisinya
Tidak seperti daging sapi, kambing, atau babi yang banyak mengandung lemak dan kolesterol, kandungan lemak pada daging kelinci cenderung rendah. Dalam 100 gram daging kelinci terkandung sekitar 170 kalori dan nutrisi berikut ini:
- 25 gram protein
- 5 gram lemak
- 300 miligram fosfor
- 370 miligram kalium
- 15 miligram kalsium
- 15 mikrogram selenium
- 2,5 miligram zat besi
- 2,3 miligram zinc
Selain berbagai nutrisi di atas, daging kelinci juga mengandung kolin, vitamin B kompleks, folat, kolin, vitamin E, vitamin K, dan natrium.
Berbagai Manfaat Daging Kelinci
Melihat banyaknya nutrisi pada daging kelinci, tidak heran jika daging ini sering dijadikan pilihan makanan sehat. Berikut ini adalah manfaat daging kelinci yang bisa Anda peroleh:
1. Meningkatkan kekuatan otot
Daging kelinci dapat membantu meningkatkan kekuatan otot berkat kandungan proteinnya yang tinggi. Protein berperan dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot, serta mendukung pemulihan setelah beraktivitas.
Selain itu, kandungan lemaknya yang rendah membuat daging ini menjadi sumber protein yang baik tanpa meningkatkan kadar lemak berlebih dalam tubuh.
2. Mengontrol tekanan darah
Konsumsi daging kelinci bisa membantu menjaga tekanan darah tetap normal. Manfaat ini berkat kandungan kalium yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengendurkan dinding pembuluh darah. Selain itu, vitamin B3 pada daging kelinci juga menjaga fungsi pembuluh darah tetap optimal.
Namun, untuk mendapatkan manfaat yang satu ini, Anda juga perlu rutin berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dan membatasi asupan garam agar tidak melebihi 5 gram (1 sendok teh) per hari.
3. Mendukung proses pemulihan luka
Ketika sedang luka atau sakit, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup, terutama protein, vitamin, dan mineral. Aneka nutrisi ini bisa ditemukan pada daging kelinci.
Kandungan asam amino dan nutrisi penting lain, seperti selenium, zinc, dan folat, yang terdapat pada daging hewan imut ini bermanfaat untuk membantu proses pemulihan tubuh.
4. Memperkuat tulang dan gigi
Manfaat daging kelinci untuk kesehatan tulang dan gigi didapat dari kandungan fosfor dan kalsium di dalamnya. Kedua nutrisi tersebut berperan dalam memperkuat struktur tulang, mencegah kerapuhan, serta mendukung pertumbuhan dan pergantian jaringan gigi.
5. Meningkatkan energi
Daging kelinci bisa menjadi sumber energi yang baik. Kandungan protein yang tinggi di dalam daging kelinci dapat menjadi sumber energi tambahan, sehingga mendukung aktivitas sehari-hari dan fungsi otot.
Selain itu, kandungan vitamin B12 dan zat besi juga berperan dalam produksi sel darah merah, yang membantu menjaga stamina dan mencegah kelelahan.
6. Memperkuat sistem imun
Biar tubuh tidak gampang sakit, penting untuk mengonsumsi makanan sehat, salah satunya daging kelinci. Protein pada daging ini membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh dan mendukung kinerja sel-sel darah putih, yakni sel darah yang bertugas untuk melawan kuman penyebab infeksi dan penyakit.
Selain itu, daging kelinci juga mengandung zinc dan selenium yang berperan sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kombinasi keduanya membantu memperkuat sistem imun.
7. Mendukung kesehatan jantung
Daging kelinci bisa termasuk ke dalam makanan sehat untuk jantung. Daging ini rendah kolesterol dan kaya kalium, yang berperan dalam menjaga keseimbangan tekanan darah serta membantu pembuluh darah tetap relaks. Dengan begitu, risiko terserang penyakit jantung dapat berkurang.
Daging kelinci tergolong aman dan nikmat untuk dikonsumsi, asalkan diolah dengan baik. Daging ini bisa diolah seperti daging sapi atau ayam, yaitu dengan dipanggang, direbus, atau ditumis. Namun, pastikan Anda memasak daging kelinci sampai benar-benar matang.
Selain itu, pastikan Anda memilih daging kelinci yang bersih atau yang diternak dengan higienis. Hindari mengonsumsi daging kelinci liar karena bisa saja mengandung kuman penyebab penyakit, seperti tularemia. Anda bisa menyimpan daging ini dalam freezer hingga beberapa bulan.
Apabila Anda tertarik mengonsumsi daging kelinci sebagai bagian dari pengobatan, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu melalui Chat Bersama Dokter. Dokter akan membantu Anda untuk memastikan apakah konsumsi daging kelinci sesuai dengan kondisi kesehatan Anda serta memberikan saran mengenai porsi yang tepat.