Diffuse axonal injury atau DAI adalah kerusakan jaringan otak menyeluruh sebagai akibat paling parah dari cedera kepala. Kondisi ini bisa menyebabkan sejumlah gejala, mulai dari sakit kepala, kejang, hingga koma. DAI bisa dipicu oleh kekerasan yang melibatkan pemukulan di area kepala dan leher.
Saat mengalami DAI, terjadi robekan pada serabut penerima dan pengirim sinyal antar saraf yang disebut akson. Kerusakan akson menyeluruh inilah yang akan menyebabkan gangguan atau penurunan fungsi otak yang masif dan berat.
Penyebab Diffuse Axonal Injury
Diffuse axonal injury bisa dialami oleh siapa saja, baik itu orang dewasa, bayi, maupun anak-anak. Cedera kepala merupakan penyebab utama terjadinya diffuse axonal injury. Cedera kepala ini bisa dipicu oleh berbagai hal, di antaranya:
- Mengalami kekerasan atau penganiayaan yang melibatkan pukulan di kepala atau leher
- Mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan benturan di area kepala dan leher saat berkendara dengan kecepatan tinggi
- Terjatuh dari ketinggian yang menyebabkan benturan keras di area kepala dan leher
- Mengalami luka pada area kepala dan leher akibat ledakan bom atau gas
- Khusus pada bayi, guncangan kuat yang bisa memicu shaken baby syndrome
Ini Bahaya Diffuse Axonal Injury pada Kesehatan
Sel-sel saraf yang menyusun sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang, menjalankan banyak fungsi pengaturan pada semua organ tubuh.
Ada 3 tugas utama yang akan dilakukan oleh sel-sel saraf, yaitu menerima informasi dan sinyal dari sel saraf sensorik, menghantarkan sinyal ke pusat pengaturan, dan mengirimkan sinyal dan informasi yang sudah diproses ke sel dan jaringan, termasuk sel saraf motorik.
Layaknya sebuah komputer, peran otak sangatlah kompleks. Nah, ketika mengalami kerusakan, termasuk diffuse axonal injury, otak sulit untuk beregenerasi atau sembuh seperti sedia kala. Beragam keluhan dan gejala yang bisa terjadi saat seseorang mengalami DAI adalah:
- Lumpuh atau sulit bergerak
- Sulit menjaga keseimbangan
- Tremor atau kedutan
- Kejang
- Afasia
- Hilang kemampuan untuk menulis dan membaca
- Amnesia atau hilang ingatan
- Mudah cemas, cepat marah, dan depresi
- Sakit kepala
- Pandangan kabur atau penglihatan ganda
- Koma
Pada kasus yang parah atau terjadi perburukan, diffuse axonal injury bisa menyebabkan kondisi yang berat, seperti hipoksia, edema, peningkatan tekanan intrakranial, hingga kematian.
Tips Menghindari Cedera Otak
Mengingat otak adalah organ pusat pengaturan semua sistem yang ada di tubuh, jagalah otak sebaik mungkin. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya cedera otak, di antaranya:
- Selalu gunakan helm saat mengendarai motor atau sepeda, serta ketika bekerja dengan risiko tinggi terjadinya benturan atau cedera kepala.
- Pakai sabuk pengaman saat berkendara di mobil atau pesawat.
- Jangan mengebut saat berkendara.
- Gunakan pengaman saat melakukan olahraga ekstrem atau yang berisiko mengalami benturan, misalnya bungee jumping, trampoline, atau tinju.
Selain itu, untuk mencegah terjadinya cedera kepala dan diffuse axonal injury pada bayi, jangan melakukan kegiatan yang bisa memicu terjadinya baby shaken syndrome, seperti hindari mengguncang atau mengayunkan bayi berlebihan, membawa bayi berkegiatan ekstrem, seperti offroad, ATV, apalagi tanpa pengaman.
Diffuse axonal injury adalah kondisi serius dan perlu segera ditangani. Penanganan DAI sangat tergantung pada kondisi penderita. Fokus penanganan yang akan dilakukan dokter meliputi pengobatan gejala, mencegah perburukan dan cedera lanjutan, serta rehabilitasi.