Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa manfaat vitamin B6 cukup banyak, seperti menjaga kesehatan otak dan sistem saraf atau membantu meredakan mual dan muntah saat hamil. Tidak hanya itu, vitamin B6 juga menyimpan manfaat kesehatan lain yang penting untuk diketahui.
Vitamin B6 atau pyridoxine adalah salah satu jenis vitamin B. Vitamin ini bersifat larut air dan tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Mengingat manfaat vitamin B6 yang sangat penting bagi kesehatan, setiap orang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 untuk mencukupi kebutuhan hariannya.
Manfaat Vitamin B6 bagi Kesehatan
Orang dewasa membutuhkan sekitar 1,3 miligram vitamin B6 setiap hari. Berikut ini adalah berbagai manfaat vitamin B6 untuk kesehatan yang perlu kamu ketahui:
1. Mengatasi mual
Salah satu manfaat vitamin B6 adalah untuk mencegah dan meredakan mual pascaoperasi. Selain itu, vitamin B6 juga bisa meredakan mual dan muntah pada ibu hamil. Mual dan muntah (morning sickness) merupakan keluhan yang biasa dirasakan oleh ibu hamil pada trimester pertama kehamilan.
Jika tidak diantisipasi, mual dan muntah bisa mengurangi nafsu makan yang berakibat pada tidak tercukupinya asupan nutrisi harian ibu hamil. Selain dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin B6, ibu hamil yang mengalami morning sickness juga bisa diresepkan suplemen pyridoxine sesuai dengan kondisi.
2. Meningkatkan kesehatan otak
Vitamin B6 dibutuhkan untuk membantu pemecahan homosistein, sehingga kadarnya menurun. Homosistein merupakan jenis asam amino dalam darah yang jika meningkat kadarnya bisa meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah dan kerusakan sel dan jaringan, termasuk sel saraf.
Peningkatan kadar homosistein juga dikaitkan dengan terjadinya sejumlah penyakit saraf, termasuk demensia dan penyakit Alzheimer. Selain itu, vitamin B6 juga berperan dalam pembuatan neurotransmitter, yaitu senyawa kimia dalam tubuh yang berfungsi untuk membawa dan mengirimkan pesan antar sel saraf, otot, atau kelenjar.
Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh akan vitamin B6 untuk menjaga kesehatan sel saraf dan otak, serta mencegah terjadinya penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas.
3. Memperbaiki suasana hati
Selain bisa menurunkan fungsi sistem saraf dan otak, tingginya kadar homosistein juga berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya gangguan suasana perasaan, bahkan depresi.
Beberapa penelitian menyatakan bahwa gejala depresi akibat peningkatan kadar homosistein berkaitan dengan kurangnya kadar vitamin B6 dalam tubuh.
4. Mencegah degenerasi makula
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, vitamin B6 membantu mengurangi peningkatan kadar homosistein dalam darah. Menurunnya jumlah asam amino ini bisa menurunkan risiko terjadinya degenerasi makula pada orang berusia lanjut.
5. Meredakan gejala PMS
Saat haid, sebagian wanita mengalami gejala PMS yang cukup mengganggu, khususnya mood swing. Nah, mencukupi asupan vitamin B6 dianggap bisa membantu meredakan gejala tersebut.
6. Mencegah anemia
Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan hemoglobin yang bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Biasanya, penyakit ini lebih sering dialami oleh anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Supaya tidak mengalami anemia, tubuh membutuhkan vitamin B6 dan zat besi untuk memproduksi sel darah merah. Bahkan, asupan suplemen vitamin B6 yang cukup terbukti dapat membantu mengobati anemia sideroblastik, yaitu jenis anemia yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memanfaatkan zat besi.
7. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar homosistein bisa meningkatkan risiko terjadinya peradangan hingga pembentukan bekuan-bekuan darah yang jika menyumbat pembuluh darah dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Pasalnya, vitamin ini bisa mengurangi homosistein dalam darah.
Dengan kadar homosistein yang lebih seimbang, risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah juga akan menurun.
8. Meningkatkan daya tahan tubuh
Mengonsumsi makanan sumber vitamin B6 bisa meningkatkan produksi sel darah putih limfosit T dan protein interleukin yang memiliki peranan penting dalam melawan infeksi penyebab penyakit.
Selain vitamin B6, agar daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah sakit, kamu dianjurkan pula memenuhi nutrisi lainnya, seperti zinc, selenium, zat besi, asam folat, serta vitamin A, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E.
9. Mencegah penyakit kanker
Vitamin B6 dianggap memiliki kemampuan dalam melawan peradangan yang menyebabkan penyakit kanker. Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin B6 yang cukup bisa menurunkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal.
Selain itu, wanita menopause yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin B6 diketahui berisiko lebih kecil mengalami penyakit kanker payudara daripada yang tidak. Namun, untuk manfaat ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi.
Memang banyak sekali ya manfaat vitamin B6 untuk kesehatan. Walau bermanfaat, vitamin ini tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak. Pasalnya, asupan vitamin B6 harian yang terlampau banyak justru bisa menyebabkan kerusakan saraf, serta nyeri atau mati rasa di tangan dan kaki.
Bila kamu masih memiliki pertanyaan seputar vitamin B6 untuk kesehatan, atau kamu ingin minum suplemen vitamin ini, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.