Lasmalin adalah obat untuk meringankan keluhan sesak napas, batuk, atau mengi akibat asma atau penyakit paru obstruktif kronis, seperti emfisema dan bronkitis kronis. Obat ini mengandung bahan aktif terbutaline.

Kandungan terbutaline dalam Lasmalin bekerja dengan melemaskan otot-otot pada saluran pernapasan, sehingga saluran napas akan melebar. Dengan begitu, aliran udara menjadi lebih lancar dan napas juga terasa lebih lega. 

Lasmalin

Produk Lasmalin

Lasmalin tersedia dalam 2 varian, yaitu:

Apa Itu Lasmalin

Bahan aktif Terbutaline 
Golongan Obat resep
Kategori Bronkodilator
Manfaat Mengatasi gejala mengi, batuk, dan sesak napas, akibat asma atau PPOK
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak usia ≥3 tahun
Lasmalin untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Lasmalin untuk ibu menyusui Lasmalin umumnya aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai dengan anjuran dokter.
Bentuk obat Tablet dan sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Lasmalin

Lasmalin hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Lasmalin tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap terbutaline, obat bronkodilator lain, seperti salbutamol, atau obat golongan simpatomimetik, seperti epinephrine.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita hipertensi, diabetes, hipokalemia, kejang, hipertiroidisme, serta penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner atau gangguan irama jantung.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Lasmalin jika Anda sedang menyusui, hamil, atau sedang merencanakan kehamilan. 
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol dan kurangi konsumsi minuman berkafein selama menjalani pengobatan dengan Lasmalin.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Lasmalin. Obat ini dapat menyebabkan kantuk.
  • Segera temui dokter jika mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan Lasmalin.

Dosis dan Aturan Pakai Lasmalin

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Lasmalin berdasarkan bentuk obat dan usia pasien:

Lasmalin tablet

  • Dewasa: 1–2 tablet, 2–3 kali sehari.
  • Anak-anak: 1 tablet, 2–3 kali sehari.

Lasmalin sirop

  • Dewasa: 2–3 sendok takar, 2–3 kali sehari.
  • Anak usia 7–15 tahun: 1–2 sendok takar, 2–3 kali sehari.
  • Anak usia 3–6 tahun: ½–1 sendok takar, 2–3 kali sehari. 

Cara Menggunakan Lasmalin dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan obat sebelum mengonsumsi Lasmalin. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.

Agar efek pengobatan maksimal, perhatikan panduan penggunaan Lasmalin berikut ini:

  • Konsumsilah Lasmalin sebelum atau sesudah makan.
  • Telan Lasmalin tablet secara utuh dengan bantuan air putih. 
  • Jika hendak mengonsumsi Lasmalin sirop, kocok botol kemasan terlebih dahulu. Gunakan alat takar yang tersedia di dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Konsumsilah Lasmalin pada jam yang sama setiap harinya agar hasil pengobatan maksimal. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menghentikan penggunaan Lasmalin secara tiba-tiba kecuali atas anjuran dokter.
  • Simpan Lasmalin di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Lasmalin dengan Obat Lain

Ada efek interaksi yang bisa terjadi jika obat yang mengandung terbutaline digunakan bersama dengan obat lain, yaitu:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan berat dan gangguan irama jantung jika digunakan dengan obat bius yang berbentuk gas, seperti halothane
  • Penurunan efektivitas obat antidiabetes, seperti metformin
  • Peningkatan risiko terjadinya kekurangan kalium (hipokalemia) jika digunakan dengan obat diuretik
  • Peningkatan risiko terjadinya penumpukan cairan di paru (edema paru) jika digunakan dengan agonis beta atau kortikosteroid
  • Penurunan efektivitas obat penghambat beta, seperti propranolol

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Lasmalin bersama obat, suplemen, makanan, atau produk herbal apa pun. 

Efek Samping dan Bahaya Lasmalin

Berikut ini adalah efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Lasmalin: 

Berkonsultasilah dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas tidak kunjung membaik. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut. 

Segeralah ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti: 

  • Detak jantung cepat, lambat, atau tidak beraturan
  • Nyeri dada
  • Pusing hingga terasa seperti akan pingsan
  • Kram otot
  • Tubuh terasa lemas
  • Kejang