Melanoma kuku adalah jenis kanker kulit yang muncul di kuku atau sekitarnya. Meski sangat jarang terjadi, melanoma kuku tergolong berbahaya karena dapat menyebar dengan cepat ke organ lain di dalam tubuh jika terlambat ditangani.
Melanoma kuku atau subungual melanoma terjadi ketika sel-sel yang memproduksi melanin (melanosit) mengalami mutasi atau perubahan. Akibatnya, sel-sel tersebut tumbuh secara tidak terkendali dan berkembang menjadi kanker. Jenis kanker ini sering kali muncul di kulit, tetapi juga bisa muncul di kuku.
Melanoma kuku pada stadium awal umumnya menimbulkan gejala berupa garis vertikal tebal berwarna kehitaman atau coklat tua di area kuku. Garis ini biasanya muncul dari pangkal kuku hingga ujung kuku.
Seiring dengan bertambahnya tingkat keparahan kanker, melanoma kuku juga bisa membuat kuku menjadi retak dan rusak, serta jari membengkak dan mudah berdarah. Pada tahap lanjut, sel-sel kanker ini juga bisa menyebar ke organ lain.
Penyebab dan Faktor Risiko Melanoma Kuku
Penyebab melanoma kuku sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit ini, di antaranya:
1. Sering terpapar sinar matahari
Radiasi sinar ultraviolet (UV) yang dihasilkan dari sinar matahari dapat merusak sel kulit. Rusaknya sel kulit ini dapat memicu sel-sel kanker tumbuh di dalam tubuh.
Paparan sinar matahari berlebihan dalam jangka panjang juga bisa merusak sel-sel melanosit, yakni sel pembentuk warna kulit di dalam tubuh. Hal ini bisa memicu terjadinya kanker melanoma di kulit, kuku, atau mata.
2. Faktor genetik atau keturunan
Faktor genetik bisa memicu terjadinya melanoma kuku. Seseorang lebih rentan terkena melanoma kuku jika memiliki keluarga kandung, seperti orang tua atau saudara, yang pernah mengalami penyakit serupa.
3. Berkulit terang
Melanoma kuku dapat terjadi pada orang berkulit gelap maupun terang. Namun, orang berkulit terang lebih rentan mengalaminya jenis kanker ini karena memiliki kadar melanin yang lebih rendah.
Melanin sendiri berfungsi untuk melindungi kulit dari efek bahaya sinar ultraviolet (UV). Makin rendah kadar melanin dalam tubuh, makin besar risiko orang tersebut terkena melanoma kuku.
4. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV dan diabetes, membuat tubuh lebih rentan terkena kanker kulit melanoma pada kuku. Normalnya, sistem imun akan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Namun, sistem imun yang lemah tidak dapat melawan sel kanker secara maksimal sehingga memicu munculnya melanoma kuku.
5. Lanjut usia
Meski dapat dialami oleh siapa saja, melanoma kuku lebih sering terjadi pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun. Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh juga akan makin lemah. Akibatnya, kemampuan tubuh dalam melawan sel kanker juga menurun. Itulah sebabnya lansia lebih rentan menderita penyakit ini.
6. Cedera pada kuku
Melanoma kuku juga dapat disebabkan oleh cedera akibat tertimpa benda berat, seperti palu atau terjepit pintu. Jika tidak ditangani dengan baik, cedera ini dapat menyebabkan peradangan kronis pada jaringan di bawah kuku yang memicu pertumbuhan sel-sel kanker melanoma kuku.
Melanoma Kuku dan Penanganannya
Penderita melanoma kuku berpeluang sembuh jika penanganan dilakukan sejak dini, yaitu sebelum sel kanker menyebar ke organ atau jaringan lain (metastasis). Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan sejak awal guna mendeteksi keberadaan subungual melanoma, terlebih bila Anda memiliki faktor risiko terjadinya melanoma kuku.
Untuk mendiagnosis melanoma kuku, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti biopsi. Untuk mendeteksi kemungkinan penyebaran kanker melanoma kuku ke organ tubuh lainnya, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lain, seperti CT scan, MRI, atau PET scan.
Setelah diagnosis dan penyebab melanoma kuku diketahui, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter:
Operasi
Operasi dilakukan jika kanker masih berada di dalam kuku dan belum menyebar ke organ atau jaringan lain (stadium I). Prosedur ini dilakukan dengan cara mengangkat jaringan kanker dan sedikit jaringan sehat di sekeliling kanker. Tujuannya adalah untuk menghambat penyebaran sel kanker melanoma.
Terapi radiasi
Terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan menggunakan radiasi berkekuatan tinggi. Terapi ini biasanya dilakukan pada pasien melanoma kuku stadium lanjut atau sel kankernya telah menyebar ke organ atau jaringan lain di dalam tubuh.
Imunoterapi
Imunoterapi adalah pemberian obat yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh atau menghancurkan sel kanker. Obat imunoterapi biasanya diberikan sebagai perawatan lanjutan setelah operasi bila sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ tubuh lain.
Contoh obat imunoterapi yang bisa diberikan kepada pasien adalah antibodi monoklonal.
Kemoterapi
Kemoterapi bisa dilakukan untuk membunuh dan menghentikan perkembangan sel kanker. Metode ini biasanya dikombinasikan dengan operasi, imunoterapi, dan terapi radiasi untuk mengatasi melanoma kuku yang telah menyebar ke organ lain.
Melanoma kuku merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan, apalagi ketika sudah memasuki stadium lanjut. Namun, makin cepat penyakit ini terdeteksi, makin tinggi juga angka keberhasilan pengobatannya.
Oleh karena itu, guna menurunkan risiko terjadinya subungual melanoma, penting untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar UV ketika beraktivitas di luar ruangan dengan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti sarung tangan dan alas kaki, serta tabir surya, baik itu sunscreen atau sunblock dengan SPF minimal 30.
Munculnya garis berwarna kehitaman di kuku bisa saja merupakan kelainan kuku biasa. Namun, apabila keluhan tersebut berhubungan dengan gejala melanoma kuku, seperti jari bengkak atau kuku berubah bentuk, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter. Konsultasi bisa Anda lakukan dengan mudah tanpa perlu tatap muka melalui Chat Bersama Dokter.