Gangguan depresi mayor merupakan salah satu gangguan mental yang serius. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang berkepanjangan hingga putus asa. Tidak hanya memengaruhi suasana hati, gangguan depresi mayor juga berdampak pada perilaku dan fisik penderitanya.

Perasaan sedih merupakan hal yang wajar, apalagi jika baru mengalami perubahan yang tidak terduga, seperti terdiagnosis penyakit serius, orang terdekat meninggal dunia, bercerai, atau kehilangan pekerjaan. Meski begitu, jika rasa sedih tidak lekas hilang seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat memicu depresi.

Gangguan Depresi Mayor, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Depresi pada tahap yang berat sering disebut sebagai gangguan depresi mayor. Kondisi ini dapat berdampak pada mental penderita dan memengaruhi cara mereka menjalin hubungan sosial. Parahnya lagi, gangguan depresi mayor dapat memicu penderitanya untuk melakukan tindakan yang dapat mengancam nyawa.

Oleh karena itu, gangguan depresi mayor tidak boleh dianggap sepele. Penting untuk mengenali gejalanya sejak dini agar langkah penanganan yang tepat dapat segera diambil, sehingga potensi berbagai dampak negatif tersebut dapat dicegah.

Gangguan Depresi Mayor dan Gejala yang Muncul

Salah satu gejala gangguan depresi mayor yang paling umum adalah timbulnya perasaan sedih dan mudah tersinggung. Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Penderita gangguan depresi mayor juga akan terlihat gelisah, lelah, dan tidak bergairah.

Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang turut menyertai, di antaranya:

  • Hilang minat terhadap aktivitas yang disukai
  • Perubahan nafsu makan dan berat badan
  • Keinginan untuk terus tidur atau justru sulit tidur
  • Sulit berkonsentrasi, berpikir, atau mengambil keputusan
  • Muncul perasaan bersalah atau merasa tidak berharga
  • Adanya tindakan untuk menyakiti diri sendiri bahkan mencoba untuk mengakhiri hidup

Jika gejala di atas sudah muncul, apalagi jika gejala tersebut berlangsung selama lebih dari 2 minggu, seseorang bisa saja terdiagnosis mengalami gangguan depresi mayor.

Gangguan Depresi Mayor dan Cara Mengatasinya

Gangguan depresi mayor harus secepatnya ditangani agar penderitanya tidak merasakan tekanan batin dalam jangka waktu yang lama. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya adalah:

1. Membagikan perasaan dengan orang terdekat

Berbagi perasaan dengan orang terdekat merupakan salah satu langkah penting untuk mengatasi gangguan depresi mayor. Hal ini dapat dilakukan dengan keluarga, teman, atau orang terdekat lainnya, yang berperan sebagai support system untuk memberikan dukungan emosional.

Mencurahkan isi hati dengan orang yang tepat membuat seseorang merasa tidak sendirian dan memiliki ruang yang aman dan nyaman untuk membagikan perasaan yang sedang dirasakan.

2. Menulis jurnal harian

Menulis jurnal harian dapat menjadi solusi tepat untuk seseorang yang tidak mudah terbuka dan membagikan perasaannya dengan orang lain. Dengan menuliskan setiap perasaan dan pikiran yang dirasakan setiap harinya, ia dapat mengenali dan memahami kondisi dirinya.

Tidak hanya membantu mengungkapkan perasaan yang mungkin sulit diutarakan secara langsung, menulis jurnal dapat membantu seseorang untuk mempelajari pola atau pemicu emosi, sehingga hal ini dapat meningkatkan kesadaran akan diri sendiri untuk mendukung proses penyembuhan.

3. Menemukan coping mechanism yang tepat

Menemukan coping mechanism yang tepat juga dapat membantu mengatasi gangguan depresi mayor. Kegiatan yang tergolong coping mechanism bisa berupa meditasi, berolahraga, berjalan di taman kota, mendengarkan musik favorit, atau mencoba hobi baru.

Berbagai kegiatan di atas dapat meningkatkan produksi endorfin yang berperan untuk memperbaiki mood, sehingga depresi berat dapat diredakan. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat mengalihkan perhatian dari pikiran negatif, sehingga potensi dampak buruk dari gangguan depresi mayor dapat dicegah.

4. Menjalani psikoterapi

Psikoterapi merupakan metode umum untuk mengatasi berbagai masalah kejiwaan, termasuk gangguan depresi mayor. Jenis psikoterapi yang paling umum untuk gangguan depresi mayor adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respons penderita terhadap situasi atau hal yang memicu stres. 

5. Mengonsumsi obat-obatan

Sembari menjalani psikoterapi, penderita gangguan depresi mayor juga dapat diberikan obat-obatan oleh psikiater. Obat-obatan ini dapat menstabilkan suasana hati dan meredakan gejala depresi. Dengan demikian, penderita dapat lebih mudah mengelola stres dan merespon psikoterapi dengan lebih efektif.

Penggunaan obat ini harus dilakukan dibawah pengawasan psikiater. Selain itu, obat-obatan yang diberikan juga akan disesuaikan dengan kondisi penderita masing-masing.

6. Mengubah gaya hidup secara perlahan

Selain melakukan psikoterapi dan mengonsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup juga mampu memperbaiki gejala gangguan depresi mayor. Beberapa gaya hidup yang perlu diubah secara perlahan, seperti mencukupi asupan gizi, menghindari konsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok, rutin berolahraga setidaknya 150 menit per hari, dan membiasakan tidur selama 8 jam setiap hari.

Gangguan depresi mayor memang termasuk kondisi serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Dengan bantuan profesional, penderita gangguan depresi mayor bisa mendapatkan ruang yang aman dan nyaman untuk menuangkan perasaan tanpa khawatir dihakimi. Selain itu, penderita juga akan mendapatkan langkah penanganan yang tepat, sehingga depresi berat ini dapat segera teratasi.