Triathlon adalah gabungan dari olahraga berenang, bersepeda, dan berlari yang dilakukan secara berurutan dalam satu waktu. Cabang olahraga ini membutuhkan stamina dan kecepatan yang kuat sehingga bisa bermanfaat bagi kebugaran tubuh.
Triathlon telah menjadi cabang olahraga Olimpiade sejak tahun 2000. Sejak saat itu, olahraga ini mulai dikenal dan banyak orang yang tertarik untuk mencobanya.
Triathlon termasuk olahraga ekstrem yang membutuhkan daya tahan tinggi sehingga terlihat sangat melelahkan. Selain itu, peserta yang ingin mengikuti olahraga ini harus memiliki kemampuan berenang, bersepeda, dan berlari yang baik serta ketahanan tubuh yang tinggi.
Triathlon dan Ketentuannya
Urutan dalam olahraga triathlon dimulai dari berenang, kemudian bersepeda, dan terakhir berlari. Jarak tempuh olahraga ini terbagi menjadi beberapa kelas yang bisa disesuaikan dengan kemampuan peserta.
Berikut ini adalah kelas dalam olahraga triathlon:
- Pemula: berenang <750 m, bersepeda <20 km, dan berlari <5 km
- Sprint: berenang 750 m, bersepeda 20 km, dan berlari 5 km
- Olimpiade: berenang 1.500 m, bersepeda 40 km, dan berlari 10 km
- Half iron distance: berenang 1.900 m, bersepeda 90 km, dan berlari 21km
- Iron distance: berenang 3.800 m, bersepeda 180 km, dan berlari 42 km
Karena dilakukan secara berurutan dan dihitung berdasarkan kecepatan, diperlukan pakaian khusus yang dapat digunakan untuk berenang, bersepeda, sekaligus berlari. Pakaian khusus triathlon yang tipis menyerupai pakaian selam biasanya direkomendasikan.
Selain pakaian, beberapa perlengkapan lain juga diperlukan, seperti:
- Berenang: topi dan kacamata renang
- Bersepeda: sepeda jenis apa pun untuk pemula dan sepeda khusus untuk atlet profesional
- Berlari: sepatu yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki
Sebelum memutuskan ikut dalam olahraga ini, Anda perlu ketahui bahwa transisi antara berenang ke bersepeda dan dari bersepeda ke berlari merupakan elemen penting dalam kompetisi triathlon. Latihan transisi dapat membantu meningkatkan efisiensi waktu.
Triathlon dan Berbagai Manfaatnya untuk Kesehatan
Berenang, bersepeda, dan berlari termasuk dalam latihan aerobik atau kardio yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah berbagai manfaat triathlon yang bisa diperoleh:
1. Menjaga kesehatan jantung
Selama aktivitas aerobik, seperti berenang, bersepeda, dan berlari, Anda akan bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Proses ini bisa memaksimalkan jumlah oksigen dalam darah dan jantung pun akan berdetak lebih cepat.
Saat jantung berdetak lebih cepat, aliran darah ke otot dan paru-paru meningkat. Rutin melakukan triathlon bisa memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
Tidak hanya itu, jenis latihan aerobik juga mampu mencegah tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sehingga dapat mendukung kesehatan jantung.
2. Meningkatkan stamina
Saat pertama kali mencoba olahraga triathlon, Anda mungkin akan merasa sangat melelahkan. Namun, seiring berjalannya waktu, stamina dan kekuatan tubuh Anda bisa meningkat.
Seperti yang telah disebutkan di atas, latihan aerobik secara rutin bisa memperkuat jantung dan paru-paru serta meningkatkan sirkulasi darah. Nantinya, hal ini bisa membangun stamina dan daya tahan tubuh yang kuat.
3. Menjaga berat badan ideal
Jika dikombinasikan dengan pola makan yang baik, triathlon dapat membantu menjaga berat badan. Namun, bila Anda belum mencapai berat badan ideal dan ingin mencoba jenis olahraga baru yang tidak monoton, olahraga triathlon patut Anda coba.
4. Memperbaiki suasana hati
Tidak hanya kesehatan fisik, olahraga triathlon juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Saat Anda melakukan latihan intensitas tinggi, seperti triathlon, tubuh dan otak akan menghasilkan hormon endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati.
Setelah melakukan olahraga, otot mungkin akan lelah tetapi pada saat yang sama tubuh juga terasa lebih rileks. Ketegangan otot dan stres yang terpendam di otak juga bisa berkurang.
Triathlon bisa menjadi olahraga yang menyenangkan dan tidak membosankan. Selain triathlon, ada juga duathlon yang menggabungkan berlari dan bersepeda serta aquathlon yang terdiri dari berenang dan berlari.
Sama seperti olahraga lainnya, triathlon juga dapat menyebabkan risiko cedera, seperti tendinitis, nyeri lutut, dan cedera bahu akibat berenang. Oleh karena itu, latihan yang tepat dan pemanasan sebelum kompetisi sangat penting guna menghindari cedera tersebut.
Selain itu, Anda juga perlu mengatur asupan makanan yang kaya karbohidrat, protein, dan elektrolit guna menunjang ketahanan tubuh.
Jika tertarik untuk mencoba triathlon tetapi memiliki kondisi tertentu yang membatasi Anda untuk melakukannya, misalnya radang sendi, asma, atau diabetes, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu, ya.
Konsultasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah melalui Chat Bersama Dokter. Dokter bisa menyarankan modifikasi latihan yang aman atau memberikan alternatif jenis olahraga yang cocok untuk Anda.