Bengkak setelah imunisasi merupakan salah satu keluhan yang kerap kali Si Kecil alami. Keluhan ini biasanya timbul setelah beberapa menit atau jam Si Kecil mendapatkan suntikan vaksin tertentu, mulai dari vaksin hepatitis B hingga vaksin DPT.

Si Kecil rewel dan mengalami bengkak di area suntikan setelah melakukan imunisasi? Eitss, jangan panik dulu ya, Bun. Pasalnya, kulit bengkak setelah imunisasi sebenarnya merupakan salah satu keluhan yang umum dialami anak-anak dan biasanya akan reda dengan sendirinya dalam satu minggu. Keluhan ini muncul sebagai tanda bahwa tubuh Si Kecil mulai membentuk kekebalan terhadap penyakit.

Normalkah Kulit Anak Bengkak Setelah Imunisasi? - Alodokter

Bengkak Setelah Imunisasi Terjadi pada Pemberian Vaksin Tertentu 

Imunisasi umumnya hanya akan menimbulkan efek samping ringan yang tidak berbahaya bagi Si Kecil, seperti nyeri dan bengkak di area suntikan. Meski begitu, ternyata tidak semua pemberian vaksin dapat menimbulkan keluhan ini lho.

Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin yang dapat menimbulkan kulit bengkak dan kemerahan:

1. Vaksin BCG

Vaksin BCG atau Bacillus Calmette-Guerin adalah vaksin yang diberikan untuk melindungi anak dari penyakit TBC (tuberkulosis). Umumnya, setelah pemberian vaksin BCG, kulit di lokasi penyuntikan akan sedikit membengkak. Pembengkakan ini biasanya tidak berlangsung lama, tetapi akan berubah menjadi bekas luka kecil di kulit anak.

2. Vaksin hepatitis B

Bengkak setelah imunisasi juga bisa terjadi setelah pemberian vaksin hepatitis B. Vaksin ini diberikan untuk melindungi anak dari peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Selain bengkak, vaksin ini juga bisa menyebabkan tubuh terasa lelah, ruam kemerahan di lokasi penyuntikan, sakit kepala, dan nyeri perut.

3. Vaksin DPT

Imunisasi DPT adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus pada anak. Vaksin ini bisa menyebabkan efek samping berupa nyeri dan bengkak di sekitar lokasi penyuntikan, tidak nafsu makan, dan muntah, terutama pada imunisasi DPT jenis DTaP yang diberikan saat memasuki usia 2 bulan. 

4. Vaksin cacar air (varicella)

Vaksin cacar air atau varicella adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit cacar air. Umumnya anak bisa mengalami demam dan akan muncul bintik kemerahan yang terlihat antara hari ke-5 hingga hari ke-26 setelah vaksinasi cacar air. Selain itu, kulit anak di area bekas suntikan juga bisa bengkak setelah imunisasi. 

5. Vaksin measles/mumps/rubella (MMR)

Vaksin ini adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit measles (campak), mumps (gondongan), dan rubella. Umumnya setelah pemberian vaksinasi MMR, dapat muncul gejala demam diikuti dengan ruam kemerahan ringan di sekitar titik penyuntikan, beserta dengan batuk-pilek ringan dan bengkak di pipi atau leher. 

Cara Meringankan Bengkak Setelah Imunisasi

Ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan jika area kulit anak bengkak setelah imunisasi, antara lain:

  • Kompres dingin area yang bengkak dan merah selama kurang lebih 15–20 menit. Bungkus kompres dingin dengan handuk atau kain agar tidak langsung menyentuh kulit. 
  • Pastikan Si Kecil tidak mengenakan selimut atau pakaian yang panas dan beri ia minum air putih atau ASI lebih banyak jika bengkak setelah imunisasi disertai demam.
  • Berikan paracetamol sebagai pereda rasa sakit dan demam.

Efek samping yang timbul setelah imunisasi umumnya tergolong ringan dan itu pun akan mereda dalam beberapa hari. Jadi, efek samping bengkak setelah imunisasi seperti ini tidak boleh menjadi alasan Bunda untuk tidak melengkapi imunisasi Si Kecil, ya. 

Imunisasi yang lengkap dan sesuai jadwal tetaplah sangat penting untuk anak dan tidak boleh dilewatkan. Namun, jika efek samping tampak sangat mengganggu dan tidak kunjung mereda, bahkan menyebabkan Si Kecil mengalami reaksi alergi anafilaktik, segera bawa ia ke dokter untuk diperiksa.