Obat penghilang rasa sakit kerap digunakan untuk berbagai keluhan, mulai dari sakit gigi hingga sakit kepala. Selain menggunakan obat medis, bahan alami seperti jahe atau kunyit juga dapat dikonsumsi untuk meredakan rasa sakit pada bagian tubuh tertentu.
Rasa sakit, baik yang bersifat akut ataupun kronis, dapat diatasi dengan obat penghilang rasa sakit. Obat ini membantu mengobati berbagai jenis rasa sakit, termasuk sakit kepala, sakit gigi, nyeri sendi, sakit telinga, sakit punggung, hingga nyeri setelah operasi.
Pilihan Obat Penghilang Rasa Sakit Alami dan Medis
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, ada banyak obat penghilang rasa sakit yang bisa menjadi pilihan, mulai dari pengobatan yang menggunakan bahan alami hingga obat medis.
Berikut ini adalah beberapa obat penghilang rasa sakit yang bisa menjadi pilihan:
1. Kunyit
Rempah yang kerap ditambahkan sebagai penambah cita rasa dalam masakan ini mengandung senyawa kurkumin. Kandungan ini merupakan salah satu jenis antioksidan yang mampu meredakan pembengkakan dan mengurangi peradangan, sehingga dapat digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit secara alami.
Kunyit biasanya digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat gangguan pencernaan dan osteoarthritis. Untuk mendapatkan khasiat kunyit dalam menghilangkan rasa sakit, Anda bisa mengonsumsi kunyit secara langsung atau dalam bentuk suplemen kunyit.
2. Jahe
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe bermanfaat untuk mengurangi kelebihan hormon prostaglandin yang bisa memicu rasa sakit. Tidak hanya itu, penelitian juga menunjukkan bahwa jahe bahkan sama ampuhnya dengan ibuprofen dalam menghilangkan rasa sakit setelah menjalani operasi gigi dan gusi.
Rempah yang memiliki efek menghangatkan ini sering digunakan untuk mengurangi hidung mampet dan nyeri yang muncul akibat pilek. Anda bisa mengonsumsi wedang jahe atau teh jahe untuk mendapatkan manfaat jahe sebagai obat penghilang rasa sakit.
3. Cengkeh
Cengkeh mengandung zat eugenol yang berperan sebagai obat penghilang rasa sakit alami. Rempah dengan aroma yang kuat ini kerap digunakan untuk mengatasi sakit gigi, sakit kepala, maupun gangguan pencernaan, seperti diare, dan mual.
Cengkeh tersedia dalam bentuk suplemen, bubuk, atau minyak esensial. Penggunaan minyak esensial cengkeh sebagai obat penghilang rasa sakit umumnya dilakukan dengan cara mengoleskannya ke bagian tubuh yang sakit. Namun, encerkan minyak esensial cengkeh terlebih dahulu dengan carrier oil sebelum digunakan.
4. Paracetamol
Selain menggunakan bahan-bahan alami, Anda juga dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit medis, termasuk paracetamol. Obat medis yang satu ini merupakan obat analgesik dan antipiretik yang umum digunakan untuk meredakan nyeri ringan, seperti sakit kepala, maupun menurunkan demam.
Obat ini bekerja dengan cara memblokir pesan kimia yang memberi sinyal rasa sakit ke otak serta menghambat produksi hormon prostaglandin.
Paracetamol kerap digunakan untuk mengatasi sakit kepala, migrain, nyeri haid, atau sakit gigi. Dosis paracetamol untuk orang dewasa adalah 650–1.000 mg, setiap 4–6 jam. Dalam dosis rendah, obat penghilang rasa sakit ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui.
5. Ibuprofen
Obat yang termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) ini kerap digunakan untuk meredakan rasa sakit ringan hingga sedang. Sama seperti paracetamol, ibuprofen juga bekerja dengan cara mengurangi produksi hormon prostaglandin yang dapat memicu rasa sakit dan pembengkakan.
Ibuprofen biasanya digunakan untuk mengatasi sakit gigi, sakit tenggorokan, nyeri sinus, dan nyeri otot. Dosis ibuprofen untuk orang dewasa adalah 400 mg, setiap 4–6 jam jika perlu. Apabila dikonsumsi berlebihan, obat penghilang rasa sakit ini menyebabkan efek samping berupa mual, diare, dan tekanan darah tinggi.
6. Naproxen
Naproxen juga termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid. Dalam mengatasi rasa sakit, naproxen akan menghambat efek cyclo-oxygenase (COX), yaitu enzim yang membantu produksi hormon prostaglandin. Obat penghilang rasa sakit ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.
Konsumsi naproxen biasanya dilakukan untuk mengatasi radang sendi, kram menstruasi, sakit punggung, dan nyeri asam urat. Dosis naproxen untuk orang dewasa adalah 500–1.000 mg per hari yang bisa dibagi dalam 1 atau 2 jadwal konsumsi.
Sama seperti obat lainnya, naproxen juga bisa menimbulkan efek samping, seperti heartburn, mual dan muntah, serta sembelit atau diare.
7. Diclofenac
Sama seperti naproxen, diclofenac juga bekerja dengan cara menghambat efek enzim cyclo-oxygenase (COX). Diclofenac biasanya digunakan untuk mengatasi rasa sakit akibat osteoarthritis atau rheumatoid arthritis dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.
Selain itu, obat penghilang rasa sakit ini juga dapat dikonsumsi untuk meredakan nyeri punggung, sakit gigi, asam urat, dan keseleo. Dosis diclofenac untuk orang dewasa adalah 50 mg, sebanyak 2–3 kali sehari. Jika dikonsumsi berlebihan, diclofenac dapat menimbulkan efek samping berupa muntah, diare, sakit perut, dan sakit kepala.
8. Opioid
Ini merupakan jenis obat penghilang rasa sakit yang paling kuat dan umumnya digunakan untuk nyeri berat, misalnya akibat nyeri pasca operasi, luka bakar luas, kanker atau efek samping kemoterapi serta cedera yang parah. Beberapa jenis obat penghilang rasa sakit golongan opioid antara lain adalah fentanyl dan morfin.
Selain itu, ada juga obat penghilang rasa sakit non-opioid yang juga memiliki efek antinyeri kuat, yaitu ketorolac.
Meski demikian, penggunaan obat-obatan ini harus selalu dalam pengawasan medis karena berisiko menimbulkan efek samping apabila disalahgunakan.
Selain mengonsumsi berbagai obat penghilang rasa sakit, baik yang alami maupun medis, Anda disarankan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan pelepasan endorfin. Endorfin merupakan senyawa alami penghilang rasa sakit yang dilepaskan oleh otak.
Berikut ini adalah cara meningkatkan pelepasan endorfin dalam tubuh untuk menghilangkan rasa sakit:
- Berolahraga secara rutin, misalnya jalan cepat atau latihan aerobik
- Melakukan meditasi untuk menenangkan pikiran dan mengurangi rasa sakit
- Bermain musik atau bernyanyi
- Sering tertawa
- Mendapatkan paparan sinar matahari untuk merangsang pelepasan beta endorfin di kulit
- Berhubungan seks
Selain itu, melakukan terapi akupunktur juga bisa menjadi salah satu obat penghilang rasa sakit. Namun selalu pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukannya untuk mengetahui keamanannya bagi kondisi Anda.
Jika rasa sakit tidak juga berkurang atau justru semakin parah meskipun telah mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.