Operasi ambeien adalah prosedur bedah untuk mengatasi hemoroid (ambeien), terutama yang berukuran besar atau menyebabkan nyeri hingga perdarahan. Operasi ambeien dilakukan apabila obat-obatan atau perubahan gaya hidup tidak efektif lagi dalam mengatasi gejala yang timbul akibat ambeien.
Ambeien (hemoroid) adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau usus besar bagian bawah (rektum), yang bisa terjadi di dalam atau di luar anus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kurang mengonsumsi makanan berserat, kebiasaan mengejan terlalu keras, obesitas, hingga kehamilan.
Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ambeien, salah satunya adalah operasi. Namun, sebelum menganjurkan operasi, dokter akan menyarankan pengobatan lain untuk meredakan gejala, seperti penggunaan salep, obat pelunak tinja, atau perubahan gaya hidup untuk mengurangi tekanan pada area anus.
Jika pengobatan tanpa operasi tidak efektif atau bila ambeien menyebabkan gejala yang parah, seperti perdarahan terus-menerus atau nyeri hebat, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan tindakan operasi untuk mengatasi ambeien.
Jenis Operasi Ambeien
Secara umum, ada 6 jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi ambeien. Metode operasi akan disesuaikan dengan tingkat keparahan ambeien. Berikut ini adalah beberapa jenis operasi ambeien yang umum dilakukan:
1. Hemoroidektomi
Hemoroidektomi adalah jenis operasi ambeien yang paling umum dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di sekitar anus untuk memotong benjolan ambeien dan mengangkatnya secara langsung. Teknik ini dinilai paling efektif untuk mengatasi ambeien derajat III dan IV.
2. Hemoroidektomi stapler
Hemoroidektomi stapler merupakan salah satu jenis operasi ambeien yang menggunakan stapler bedah. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi ambeien yang keluar dari anus (prolaps) dengan cara mengembalikan ambeien ke dalam anus dan menghentikan aliran darah ke benjolan agar ukurannya mengecil.
3. Hemorrhoidal artery ligation and recto anal repair (HAL-RAR)
Hemorrhoidal artery ligation and recto anal repair (HAL-RAR) adalah prosedur operasi ambeien yang menggunakan Doppler mini. Alat sensor ini digunakan untuk mendeteksi pembuluh darah yang mengalirkan darah ke ambeien.
Meski tergolong baru, HAL-RAR terbukti efektif untuk mengobati ambeien dengan minim rasa sakit dan waktu pemulihan yang lebih cepat.
4. Rubber-band ligation (pengikatan ambeien)
Prosedur pengikatan ambeien digunakan untuk mengatasi ambeien yang keluar dari anus (prolaps). Prosedur ini menggunakan karet gelang khusus yang diikat ke pangkal ambeien untuk menghentikan aliran darah ke benjolan tersebut. Metode ini efektif untuk mengobati ambeien prolaps dengan risiko komplikasi yang rendah.
5. Skleroterapi
Pada skleroterapi, dokter akan memberikan suntikan bahan kimia ke dalam jaringan ambeien. Bahan kimia ini akan menghentikan aliran darah dan menyebabkan ambeien menyusut. Prosedur ini perlu dilakukan dalam beberapa sesi, tergantung pada kondisi ambeien.
6. Terapi koagulasi inframerah
Koagulasi inframerah merupakan prosedur operasi ambeien menggunakan alat yang memancarkan sinar inframerah pada benjolan ambeien. Panas yang dihasilkan dari cahaya ini akan membentuk jaringan parut dan memutuskan aliran darah ke ambeien.
Tujuan dan Indikasi Operasi Ambeien
Operasi ambeien bertujuan untuk mengangkat atau memperbaiki pembuluh darah yang membengkak dan menyebabkan gejala pada pasien dengan kondisi berikut:
- Menderita ambeien yang menyebabkan perdarahan hebat dan berulang
- Mengalami ambeien yang keluar dari anus (prolaps)
- Wasirnya tidak kunjung membaik setelah menjalani pengobatan tanpa operasi, seperti menggunakan salep, pelunak tinja, atau perubahan pola makan
- Memiliki benjolan ambeien yang terjepit atau terpelintir
- Mengalami imunosupresi
- Menderita penyakit radang usus
- Memiliki gangguan pembekuan darah
Peringatan Operasi Ambeien
Operasi ambeien tidak dianjurkan pada pasien dengan kondisi berikut:
- Stenosis anus (penyempitan anus)
- Kondisi ambeien berdarah
Ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pasien yang direncanakan menjalani operasi ambeien, yaitu:
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan suplemen, produk herbal, atau obat tertentu, terutama obat antiinflamasi nonsteroid, antinyeri, obat pengencer darah, atau aspirin. Konsumsi obat-obatan tersebut mungkin perlu dihentikan sementara.
- Informasikan kepada dokter terkait kondisi kesehatan terkini, termasuk penyakit yang diderita dan operasi yang pernah dijalani.
- Pastikan untuk memberi tahu alergi yang dimiliki, misalnya alergi obat-obatan, termasuk obat bius.
Sebelum Operasi Ambeien
Sebelum melakukan operasi ambeien, dokter akan akan menjelaskan manfaat, risiko, dan komplikasi yang mungkin muncul setelah operasi. Setelah pasien setuju, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan bahwa prosedur ini aman dan sesuai dengan kondisi pasien.
Selain itu, dokter juga akan meminta pasien untuk melakukan beberapa hal sebelum prosedur operasi ambeien, yaitu:
- Tidak merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol setidaknya 2 minggu sebelum operasi
- Berhenti mengonsumsi aspirin, ibuprofen, warfarin, dan clopidogrel, dalam 7 hari sebelum operasi agar tidak terjadi perdarahan
- Berkonsultasi ke dokter terkait obat-obat yang masih bisa dikonsumsi sebelum operasi
- Berpuasa 8–12 jam atau sesuai arahan dari dokter.
- Meminta keluarga atau teman untuk mengantar dan mendampingi sampai selesai operasi.
Prosedur Operasi Ambeien
Sebelum melakukan operasi ambeien, dokter akan meminta pasien untuk melepaskan perhiasan dan mengganti pakaian dengan jubah khusus yang telah disediakan rumah sakit. Setelah itu, pasien akan diminta untuk berbaring dalam posisi tertentu yang memudahkan akses ke area anus.
Agar pasien tidak merasakan nyeri selama operasi, dokter akan memberikan obat bius kepada pasien melalui infus sebelum memulai operasi. Tergantung pada jenis operasi yang dilakukan, bius yang diberikan bisa bius total atau bius lokal. Setelah bius bekerja, dokter akan memulai tindakan bedah sesuai dengan metode yang dipilih.
Berikut ini adalah tahapan yang dilakukan dokter dalam operasi ambeien berdasarkan jenisnya:
Hemoroidektomi
Prosedur hemoroidektomi umumnya berlangsung sekitar 30 menit sampai 1 jam. Berikut adalah tahapan yang dilakukan dokter dalam prosedur ini:
- Membuat sayatan kecil di anus, tepatnya di sekitar benjolan wasir. Sayatan inilah yang memudahkan dokter untuk memotong dan mengangkat benjolan ambeien.
- Mengangkat benjolan ambeien yang terdapat di dalam atau sekitar anus.
- Menjahit luka sayatan dan memastikan agar pendarahan dapat dihentikan dan luka dapat sembuh dengan baik.
- Menutup luka dengan perban steril untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan.
Hemoroidektomi stapler
Hemoroidektomi stapler umumnya memakan waktu sekitar 30 menit. Tahapan yang dilakukan dokter pada hemoroidektomi stapler adalah:
- Memasukkan alat tabung berongga (proktoskop) ke dalam anus untuk memudahkan operasi pada wasir yang keluar dari anus (prolaps)
- Memasukkan stapler melalui proktoskop dan menjahit benang melingkar di sekitar ambeien
- Menarik ujung benang untuk mengencangkan dan menarik jaringan ambeien yang longgar ke dalam stapler
- Memotong cincin jaringan ambeien yang mengembang dan menyatukan tepi atas dan bawah jaringan yang dipotong menggunakan stapler, sekaligus menghentikan suplai darah ke ambeien
- Memasang jahitan atau pelat untuk menahan posisi ambeien yang telah dikembalikan ke dalam anus
- Menutup luka dengan perban steril guna mencegah infeksi dan memfasilitasi pemulihan
Hemorrhoidal Artery Ligation and Recto Anal Repair (HAL-RAR)
Prosedur HAL-RAR biasanya berlangsung sekitar 45 menit. Berikut ini adalah tahapan yang dilakukan oleh dokter:
- Memasukkan alat sensor Doppler mini ke dalam anus untuk mendeteksi pembuluh darah yang mengalirkan darah ke ambeien
- Mengikat pembuluh darah yang terdeteksi untuk menghentikan aliran darah ke ambeien sehingga wasir mengecil secara perlahan kemudian hilang
- Memastikan tidak ada perdarahan lebih lanjut dan menyelesaikan prosedur dengan menutup luka jika diperlukan
Rubber-Band Ligation (Pengikatan Ambeien)
Prosedur pengikatan ambeien dengan karet gelang umumnya berlangsung sekitar 20–30 menit. Tahapan yang dilakukan adalah:
- Memasukkan alat kecil yang disebut ligator melalui tabung berlampu (scope) ke dalam lubang anus dan menjepit ambeien dengan forsep untuk menghentikan aliran darah.
- Menggeser silinder ligator ke atas sehingga karet gelang terlepas di sekitar pangkal ambeien. Karet gelang akan memutus aliran darah sehingga wasir mengecil dan terlepas dalam waktu sekitar 1 minggu setelah prosedur.
Setelah operasi, pasien diminta untuk mengikuti petunjuk perawatan agar terhindar dari komplikasi.
Skleroterapi
Prosedur operasi ambeien dengan skleroterapi biasanya berlangsung sekitar 30–45 menit tanpa bius. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam prosedur skleroterapi:
- Meregangkan area kulit yang akan disuntik
- Menyuntikkan bahan kimia ke dalam jaringan ambeien untuk mengurangi aliran darah
Ambeien akan menyusut dan menghilang setelah beberapa waktu. Prosedur ini dapat dilakukan beberapa kali jika ambeien tidak hilang dengan sekali suntikan.
Terapi Koagulasi Inframerah
Prosedur koagulasi inframerah umumnya berlangsung sekitar 5–10 menit. Dokter akan mengarahkan sinar inframerah ke benjolan ambeien menggunakan alat khusus. Panas yang dihasilkan dari cahaya inframerah menyebabkan pembuluh darah di sekitar wasir menutup sehingga aliran darah ke ambeien akan terhenti.
Proses terapi koagulasi inframerah ini membuat jaringan ambeien mengkerut dan menyusut seiring waktu.
Setelah Operasi Ambeien
Setelah operasi selesai, dokter akan memindahkan pasien ke ruang pemulihan agar kondisinya terpantau. Bila efek obat bius telah hilang, nyeri akan muncul di area bekas operasi. Untuk mengatasinya, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri.
Umumnya, pasien diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi ambeien tanpa harus menjalani rawat inap. Namun, pasien dianjurkan untuk beristirahat mandiri selama 2–4 minggu seusai operasi ambeien.
Untuk mempercepat proses penyembuhan sekaligus mencegah komplikasi, pasien dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut:
- Mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh luka operasi, untuk mencegah terjadinya infeksi
- Mengompres dingin area yang bengkak selama 15 menit setiap beberapa jam
- Mengonsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter
- Melakukan sitz bath
- Mengonsumsi makanan tinggi serat atau obat pelancar BAB, untuk menjaga pencernaan tetap lancar dan menghindari sembelit yang dapat memperburuk kondisi ambeien
- Tidak mengejan terlalu kuat saat buang air besar (BAB), untuk mengurangi tekanan pada area anus dan agar ambeien tidak kambuh
- Minum banyak air untuk membantu proses pencernaan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi
- Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama agar tidak memberi tekanan berlebih pada area anus
- Menjalani pemeriksaan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter
Efek Samping dan Komplikasi Operasi Ambeien
Operasi ambeien umumnya aman untuk dilakukan. Namun, seperti tindakan operasi pada umumnya, prosedur ini juga dapat menimbulkan komplikasi berikut:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di area anus
- Perdarahan ringan setelah prosedur
- Infeksi pada luka bedah
- Trombosis (penggumpalan darah) ambeien bagian luar yang dapat menyebabkan sakit parah
- Inkontinensia tinja
Segera periksakan diri ke dokter bila muncul tanda atau gejala di bawah ini:
- Demam tinggi
- Nyeri tidak kunjung reda meski telah minum obat
- Luka jahitan tampak kemerahan, panas, bengkak, disertai keluarnya cairan
- Sulit buang air kecil (retensi urine) atau sulit buang air besar