Pectus carinatum adalah kelainan bawaan yang menyebabkan tulang dada dan tulang rusuk menonjol ke luar. Meski jarang terjadi dan tidak selalu menimbulkan gejala, penyakit ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan psikologis jika tidak ditangani dengan baik.
Pectus carinatum atau yang dikenal dengan dada merpati merupakan kelainan bentuk dinding dada yang sangat langka, yakni hanya terjadi pada sekitar 1 dari 1000 anak. Kondisi ini lebih sering dialami oleh anak laki-laki daripada anak perempuan.
Kelainan pada bentuk tulang dada ini disebabkan oleh pertumbuhan abnormal pada tulang rawan kosta (tulang rusuk bagian depan yang terhubung dengan tulang dada), yang menyebabkan tulang dada terdorong ke luar. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi pernapasan dan kondisi fisik penderitanya.
Penyebab Pectus Carinatum
Sampai saat ini, penyebab terjadinya pectus carinatum masih diteliti lebih lanjut. Namun, ada dugaan kondisi ini terkait dengan berbagai faktor, seperti pertumbuhan tulang rawan yang tidak normal dan faktor genetik yang diwariskan dalam keluarga.
Pectus carinatum terjadi ketika tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada tumbuh secara tidak normal. Akibatnya, dinding dada menonjol seperti dada merpati. Bagian dada yang menonjol ini akan makin terlihat jelas ketika penderita memasuki usia remaja.
Bayi yang terlahir dengan pectus carinatum umumnya mengalami penyakit bawaan lain yang diturunkan. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan pectus carinatum pada anak adalah:
- Down syndrome
- Sindrom Marfan
- Skoliosis
- Sindrom Morquio, yaitu kondisi genetik langka yang memengaruhi tulang belakang, organ, dan kemampuan fisik anak.
- Sindrom Edward
- Osteogenesis imperfecta, yaitu kelainan genetik yang mengakibatkan tulang menjadi sangat rapuh sehingga mudah patah
Gejala Pectus Carinatum
Meski termasuk kelainan bawaan sejak lahir, pectus carinatum umumnya baru menunjukkan gejala ketika anak berusia 11 tahun atau lebih. Benjolan juga akan memburuk seiring pertumbuhan anak, terutama saat anak memasuki usia remaja.
Berikut adalah beberapa gejala pectus carinatum yang umum terjadi:
- Nyeri dada
- Detak jantung berdetak cepat (takikardia)
- Sesak napas, terutama saat berolahraga
- Mudah merasa lelah dan terlihat lesu
- Takipnea
Kapan harus ke dokter
Berkonsultasilah ke dokter jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas. Pemeriksaan langsung oleh dokter juga perlu dilakukan bila muncul keluhan di bawah ini:
- Penonjolan atau bentuk dada yang tidak wajar pada anak
- Kesulitan bernapas
- Nyeri di lokasi dada yang menonjol saat ditekan
- Penurunan daya tahan tubuh, seperti mudah dan sering sakit
- Penurunan kualitas hidup anak, misalnya sulit dalam beraktivitas, rasa percaya diri berkurang, atau gangguan pada kemampuan fisik yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari
Diagnosis Pectus Carinatum
Kelainan bentuk dinding dada akibat pectus carinatum umumnya dapat terdeteksi hanya dengan pemeriksaan fisik. Namun, untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan lain, meliputi:
- Pemindaian dengan foto Rontgen dada, CT scan, atau MRI, untuk melihat struktur tulang dada dan menilai seberapa parah kondisinya
- EKG, untuk memeriksa aktivitas listrik jantung dan irama jantung
- Tes skoliosis, untuk mengetahui derajat kelengkungan tulang belakang
- Tes fungsi paru, untuk mengukur jumlah udara yang dapat ditampung oleh paru-paru dan seberapa cepat udara dikeluarkan dari paru-paru
- Tes genetik, untuk mencari kemungkinan hubungan antara pectus carinatum dengan kelainan genetik tertentu, terutama jika ada riwayat keluarga dengan kondisi serupa.
Pengobatan Pectus Carinatum
Pengobatan pectus carinatum akan dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Jika gejala pectus carinatum tidak menimbulkan gangguan fungsi paru-paru atau jantung, penanganan tidak perlu dilakukan.
Namun, pada kasus yang memerlukan perbaikan bentuk dada, ada beberapa metode yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasi kondisi tersebut, misalnya:
Pectus carinatum brace
Pada kasus pectus carinatum ringan hingga sedang, dokter akan merekomendasikan terapi penyangga eksternal. Penyangga ini digunakan untuk memberikan tekanan pada area dada yang menonjol sehingga secara bentuknya perlahan dapat kembali normal.
Terapi ini akan lebih efektif jika dilakukan pada anak-anak atau remaja, karena dinding dada mereka masih fleksibel selama masa pertumbuhan. Durasi pemakaian penyangga tergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahannya.
Operasi Ravitch
Jika penyangga eksternal tidak memberikan hasil atau bila pectus carinatum tergolong parah, dokter dapat menyarankan prosedur bedah. Operasi Ravitch dilakukan dengan membuat sayatan di bagian tengah dada pasien. Setelah itu, dokter akan mengangkat tulang rawan yang tumbuh tidak normal di sekitar tulang dada.
Komplikasi Pectus Carinatum
Pectus carinatum dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup anak, terutama bila bentuk tulang dada menonjol dan terlihat jelas sehingga menurunkan rasa percaya diri.
Komplikasi lain yang mungkin timbul meliputi:
- Kesulitan untuk beraktivitas, terutama saat berolahraga, akibat keterbatasan pergerakan pada dinding dada yang terpengaruh oleh perubahan bentuk tulang dada yang tidak normal
- Skoliosis, terutama jika bentuk pectus carinatum tidak simetris
- Kesulitan untuk bernapas, akibat kelainan bentuk tulang dada yang dapat membatasi kemampuan paru-paru untuk berfungsi secara maksimal
Pencegahan Pectus Carinatum
Pectus carinatum sulit dicegah karena penyakit ini tergolong kelainan bawaan lahir. Namun, risiko terjadinya pectus carinatum dapat diturunkan dengan merencanakan kehamilan secara matang dan kontrol rutin ke dokter selama kehamilan, terutama bila memiliki keluarga dengan riwayat pectus carinatum.