Pneumonia bisa menyebabkan kematian karena penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ di tubuh seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, penting untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter agar terhindar dari risiko yang fatal akibat pneumonia.
Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Kondisi yang juga dikenal dengan paru-paru basah ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit pernapasan lain, seperti batuk dan sesak napas.
Nah, karena kemiripannya itulah, banyak orang yang sering mengabaikan atau terlambat menyadari bahwa mereka terkena pneumonia. Padahal, jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini bisa makin memburuk dan berujung pada kematian.
Bagaimana Pneumonia Menyebabkan Kematian?
Pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan, bahkan dapat berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Ini karena pneumonia dapat menyebabkan kantung udara (alveoli) membengkak dan terisi cairan atau nanah di salah satu atau kedua paru-paru .
Nah, membengkak dan menumpuknya cairan di kantung udara ini kemudian akan mengganggu proses pertukaran oksigen dan karbondioksida. Akibatnya, kadar oksigen dalam darah pun akan menurun drastis (hipoksemia).
Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut bisa menyebabkan organ-organ di tubuh kekurangan oksigen. Seiring berjalannya waktu, hal ini bisa menyebabkan kerusakan bahkan kematian organ.
Pneumonia juga bisa menyebabkan kematian jika kuman penyebab pneumonia masuk ke dalam aliran darah. Pasalnya, kondisi ini menyebabkan kuman penyebab pneumonia menyebar dan menginfeksi organ lain.
Selain itu, kuman yang masuk ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan terjadinya syok septik, yakni penurunan tekanan darah drastis yang membuat aliran darah ke organ terganggu. Akibatnya, fungsi organ jadi terganggu dan hal ini bisa menyebabkan kematian.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Pneumonia Menyebabkan Kematian
Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko kematian akibat pneumonia, seperti jenis kuman yang menyebabkan pneumonia, usia, kondisi medis bawaan, dan gaya hidup tidak sehat. Berikut ini adalah penjelasannya:
1. Jenis kuman
Semua jenis kuman penyebab pneumonia sebenarnya bisa menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan baik. Namun, risiko kematian makin meningkat tergantung kuman apa yang menyebabkan seseorang menderita pneumonia.
Nah, beberapa contoh jenis kuman yang berisiko tinggi menyebabkan pneumonia serius bahkan kematian adalah bakteri Legionella dan jamur Coccidioides. Ini karena gejala yang timbul akibat infeksi bakteri dan jamur tersebut mirip dengan penyakit lain sehingga menyulitkan diagnosis. Hal ini bisa menyebabkan pasien terlambat mendapatkan penanganan.
2. Usia
Pneumonia lebih berisiko menyebabkan kematian pada anak-anak usia di bawah 2 tahun. Soalnya, sistem kekebalan tubuh anak-anak, terutama bayi baru lahir, belum berkembang dengan sempurna sehingga belum mampu melawan infeksi dengan baik.
Selain anak-anak, lansia berusia 65 tahun ke atas juga lebih berisiko mengalami komplikasi serius, bahkan kematian akibat pneumonia. Ini karena seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh menurun sehingga tidak dapat melindungi tubuh dari infeksi secara maksimal.
3. Kondisi medis bawaan
Pneumonia juga dapat makin parah dan menyebabkan kematian pada pasien yang memiliki kondisi medis bawaan. Ini karena sistem kekebalan tubuh pasien tersebut biasanya sudah lemah dan mengalami penurunan fungsi organ-organ tertentu. Akibatnya, tubuh sulit untuk melawan infeksi lain seperti pneumonia.
Berikut sejumlah kondisi bawaan yang dapat memperparah pneumonia dan menyebabkan kematian:
- Diabetes
- Penyakit hati atau ginjal
- Kanker
- Penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis
- HIV/AIDS
4. Gaya hidup tidak sehat
Gaya hidup tidak sehat, seperti mengonsumsi alkohol dan kebiasaan merokok, juga dapat menyebabkan komplikasi serius dan kematian pada penderita pneumonia. Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dan sering dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dampaknya, tubuh tidak mampu melawan infeksi kuman penyebab pneumonia.
Sementara itu, kebiasaan merokok dapat merusak paru-paru. Ketika seseorang terkena pneumonia, hal ini bisa membuat paru-paru makin rusak, bahkan tidak dapat berfungsi sama sekali.
Pneumonia tidak boleh disepelekan karena dalam kasus pneumonia yang parah, kuman penyebab pneumonia bisa menyebar ke organ tubuh lain dan menyebabkan kerusakan yang mengancam jiwa.
Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan jika Anda termasuk dalam orang yang berisiko di atas. Nah, salah satu caranya yaitu dengan melakukan vaksinasi. Namun, jika pneumonia sudah telanjur terjadi, kondisi ini harus segera ditangani oleh dokter agar tidak makin parah dan menyebabkan kematian.