Putih-putih di wajah bisa disebabkan oleh berbagai penyakit kulit. Umumnya, kondisi tersebut bisa menghilang sendiri dalam beberapa waktu. Namun, jika cepat meluas atau disertai gejala lain, seperti gatal atau nyeri, putih-putih di wajah  perlu ditangani oleh dokter karena bisa saja menandakan adanya penyakit kulit tertentu. 

Putih-putih di wajah bisa muncul kapan saja meski Anda telah merawat muka dengan baik. Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat mengganggu penampilan. Akibatnya, banyak orang merasa kurang percaya diri dan khawatir terhadap kesehatan kulit wajahnya.

Putih-Putih di Wajah, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Penyebab Putih-Putih di Wajah 

Munculnya putih-putih di wajah bisa disebabkan oleh berbagai kondisi atau penyakit kulit berikut ini:

1. Panu 

Panu (tinea versicolor) adalah infeksi jamur yang dapat menyebabkan putih-putih di wajah dalam bentuk bercak atau bintik yang lebih terang dari warna kulit di sekitarnya. Namun, panu terkadang juga bisa menimbulkan bercak yang lebih gelap pada kulit. 

Panu dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti cuaca panas, udara lembap, kulit berminyak, dan keringat berlebih. Selain menimbulkan bercak dan bintik putih di wajah, panu juga bisa membuat kulit tampak bersisik dan terasa sedikit gatal, terutama saat berkeringat.

2. Pityriasis alba 

Pityriasis alba merupakan salah satu kondisi kulit yang sering menyebabkan bercak putih di wajah, terutama pada anak-anak dan remaja. Kondisi ini sering dikira panu karena karakteristiknya yang mirip. Namun, jika dilihat lebih detail, bercak putih pityriasis alba berbentuk lebih bulat atau oval. Terkadang, bercak tersebut juga terasa kering, gatal, dan bersisik.

Hingga saat ini, penyebab pasti pityriasis alba masih belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan peradangan dan penyakit kulit, seperti eksim dan paparan sinar matahari berlebihan.

3. Milia

Kondisi ini dapat menyebabkan bintil bintil kecil berwarna putih di wajah, biasanya muncul di sekitar mata atau pipi. Milia sebetulnya merupakan kista-kista kecil yang terbentuk di kulit dan berisi keratin. 

Milia sering kali muncul pada bayi, tetapi bisa juga pada anak-anak dan orang dewasa. Putih-putih di wajah akibat milia umumnya tidak berbahaya dan bisa menghilang sendiri dalam waktu beberapa minggu.

4. Lichen sclerosus

Lichen sclerosus adalah kondisi kulit yang menyebabkan penipisan dan perubahan warna kulit. Salah satu gejalanya adalah munculnya putih-putih di wajah akibat gangguan produksi melanin. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat kulit gatal. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun dan bisa bersifat turunan.

5. Vitiligo 

Vitiligo adalah kondisi yang menyebabkan kulit kehilangan pigmen atau warna kulit akibat kekurangan melanin. Kondisi ini dapat menimbulkan bercak terang atau putih-putih di kulit, termasuk di kulit wajah. 

Hingga saat ini, penyebab pasti vitiligo masih belum diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini berkaitan dengan penyakit autoimun, faktor genetik, paparan sinar UV berlebihan, serta paparan zat kimia tertentu. 

6. Eksim 

Eksim (dermatitis atopik) merupakan salah satu jenis peradangan atau iritasi kulit yang cukup umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan lapisan pelindung kulit melemah, sehingga lebih rentan terhadap iritasi, alergen, dan infeksi. Akibatnya, penderita eksim sering mengalami kulit kering, gatal, dan meradang.

Saat eksim mulai sembuh, sering kali muncul bercak terang atau putih-putih di wajah. Hal ini terjadi karena proses penyembuhan kulit dapat memengaruhi produksi melanin, sehingga membuat area yang sebelumnya meradang tampak lebih terang daripada kulit sekitarnya (hipopigmentasi).

7. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit akibat gangguan autoimun, yang menyebabkan sel kulit tumbuh terlalu cepat dan mudah meradang, sehingga sel-sel kulit mati cepat menumpuk di permukaan kulit. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala berupa munculnya ruam merah serta kulit kering, bersisik putih, dan menebal.

Setelah peradangan mereda, bekas psoriasis dapat meninggalkan bercak terang di wajah. Hal ini terjadi karena peradangan memengaruhi produksi melanin, sehingga membuat area yang terkena tampak lebih terang dibandingkan kulit sekitarnya.

8. Kusta

Kusta adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menyerang kulit, saraf, dan jaringan tubuh lainnya. Kusta dapat dikenali dengan munculnya bercak yang diiringi sensasi mati rasa pada area kulit yang terdampak.

Jika menyerang wajah, kusta juga dapat menimbulkan bercak berwarna kemerahan atau putih. Hal ini dapat terjadi karena kerusakan melanosit akibat infeksi. Jika tidak ditangani, kusta dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk kerusakan saraf permanen. 

9. Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang organ dan jaringan sehat, termasuk kulit wajah. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, salah satunya adalah bercak putih di wajah. Hal ini terjadi akibat kerusakan sel melanosit yang menghasilkan melanin. 

Selain muncul bercak putih di wajah, lupus juga bisa menimbulkan bercak kemerahan di sekitar pipi dan hidung.

Cara Mengatasi Putih-Putih di Wajah

Cara mengatasi putih-putih di wajah bergantung pada penyebabnya. Beberapa kondisi dapat membaik dengan perawatan rumahan, seperti dengan menjaga kebersihan dan kelembapan kulit wajah. Namun, beberapa kondisi lain mungkin memerlukan penanganan medis. 

Berikut ini adalah beberapa metode yang umum dilakukan untuk mengatasi putih-putih di wajah:

Penggunaan obat

Beberapa jenis obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi putih-putih di wajah adalah:

  • Antijamur, yaitu obat yang berfungsi untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan jamur yang menyebabkan infeksi kulit, seperti panu. Obat ini bekerja dengan cara merusak membran sel jamur, sehingga infeksi dapat dikendalikan dan bercak putih di wajah perlahan memudar.
  • Kortikosteroid, yakni obat yang digunakan untuk meredakan peradangan, iritasi, dan gatal akibat kondisi, seperti eksim atau pityriasis alba. Obat ini bekerja dengan cara menekan respons imun yang berlebihan, sehingga peradangan berkurang dan kulit dapat kembali normal.
  • Imunomodulator, yaitu obat yang berfungsi untuk mengatur respons sistem imun pada kondisi autoimun, seperti lupus. Obat ini membantu mengurangi serangan sistem kekebalan terhadap sel-sel kulit yang sehat, sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut dan memperbaiki pigmentasi kulit.

Fototerapi

Fototerapi dengan sinar ultraviolet (UV) bisa digunakan untuk mengatasi kondisi kulit seperti vitiligo, psoriasis, dan eksim. Sinar UV pada fototerapi ini memiliki intensitas yang berbeda dengan sinar matahari. 

Berbeda dengan sinar matahari, sinar UV dari fototerapi bisa membantu menekan peradangan, mengontrol sistem imun, dan merangsang produksi melanin untuk mengembalikan warna kulit. 

Jika memiliki gejala putih-putih di wajah yang tidak membaik dalam 1–2 minggu atau berbulan-bulan, atau bahkan disertai rasa gatal, nyeri, dan kebas, Anda bisa berkonsultasi secara online melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang sesuai.