Singulair adalah obat untuk mengontrol gejala asma, seperti sesak napas atau mengi, baik pada anak-anak maupun dewasa. Obat ini juga digunakan untuk mencegah penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme) ketika berolahraga.
Singulair mengandung bahan aktif montelukast. Kandungan ini bekerja dengan cara memblokir leukotriene, yaitu zat peradangan yang memicu pembengkakan dan penyempitan saluran pernapasan. Berbekal cara kerja ini, keluhan asma berupa sesak napas, dada terasa sesak atau seperti tertekan, batuk, dan mengi dapat mereda.
Singulair bukanlah obat yang bisa bekerja cepat untuk mengatasi serangan asma yang terjadi tiba-tiba. Oleh sebab itu, obat ini perlu dikonsumsi setiap hari agar bisa bekerja secara efektif.
Singulair juga dapat digunakan untuk meredakan gejala alergi, seperti pada rhinitis alergi. Singulair dapat direkomendasikan oleh dokter bila obat lain belum efektif untuk mengatasi kondisi tersebut.
Produk Singulair
- Singulair tablet, yang mengandung 10 mg montelukast
- Singulair 4 mg 7 Tablet kunyah, dengan kandungan 4 mg montelukast
- Singulair granula, yang memiliki kandungan 4 mg montelukast
Apa Itu Singulair
Bahan aktif | Montelukast |
Golongan | Obat resep |
Kategori | Antagonis reseptor leukotriene |
Manfaat | Mengontrol gejala asma |
Mencegah terjadinya bronkospasme | |
Mengatasi gejala alergi, seperti gatal, bersin-bersin, atau hidung tersumbat | |
Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 bulan |
Singulair untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
Singulair untuk ibu menyusui | Singulair dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui sesuai dengan anjuran dokter. |
Bentuk obat | Tablet salut selaput, tablet kunyah, dan serbuk granula |
Peringatan sebelum Menggunakan Singulair
Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Singulair:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Singulair tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan di dalam obat ini.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah terserang asma atau reaksi alergi parah setelah menggunakan aspirin atau OAINS lainnya.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, fenilketonuria, atau gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, atau timbul keinginan untuk bunuh diri.
- Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Singulair jika sedang minum obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Konsultasikan dengan dokter jika akan memberikan Singulair kepada anak-anak.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Singulair.
Dosis dan Aturan Pakai Singulair
Dosis Singulair tergantung pada sediaan obat yang digunakan dan kondisi pasien. Secara umum, berikut adalah dosis Singulair berdasarkan tujuan penggunaannya:
Tujuan: Mengatasi rhinitis alergi
Singulair tablet
- Dewasa dan anak usia ≥15 tahun: 10 mg, 1 kali sehari.
Singulair tablet kunyah
- Anak usia 2–5 tahun: 4 mg, 1 kali sehari.
Singulair serbuk granula
- Anak usia 2–5 tahun: 4 mg, 1 kali sehari.
- Anak usia 6 bulan sampai 1 tahun: 4 mg, 1 kali sehari.
Tujuan: Mencegah serangan asma atau mengontrol asma kronis
Singulair tablet
- Dewasa dan anak usia ≥15 tahun : 10 mg, 1 kali sehari, yang diminum pada malam hari.
Singulair tablet kunyah
- Anak usia 2–5 tahun: 4 mg, 1 kali sehari setiap malam.
Singulair serbuk granula
- Anak usia 2–5 tahun: 4 mg, 1 kali sehari pada malam hari.
Tujuan: Mencegah bronkospasme akibat olahraga
Singulair tablet
- Dewasa dan anak usia ≥15 tahun: 10 mg, yang dikonsumsi setidaknya 2 jam sebelum berolahraga. Jangan mengonsumsi Singulair lagi dalam kurun waktu 24 jam.
Cara Menggunakan Singulair dengan Benar
Konsumsilah Singulair sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang dianjurkan.
Ikutilah cara-cara di bawah ini dalam menggunakan Singulair:
- Singulair sediaan tablet, tablet kunyah, atau serbuk granula bisa langsung diminum atau dikonsumsi bersama makanan.
- Telan tablet Singulair secara utuh dengan bantuan air putih. Jangan membelah, mengunyah, atau menggerus tablet, kecuali jika disarankan oleh dokter.
- Kunyah Singulair tablet kunyah hingga lumat sebelum ditelan.
- Untuk Singulair bentuk granula, minumlah obat ini secara langsung atau setelah dicampur ke dalam wadah takar berisi 1 sendok teh (5 ml) susu formula atau ASI, 1 sendok nasi yang bersuhu ruangan, atau 1 sendok es krim. Pastikan obat habis dalam waktu 15 menit setelah saset serbuk granula dibuka.
- Bila Anda lupa mengonsumsi Singulair, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, abaikan dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Gunakan Singulair sesuai dengan lama pengobatan yang dianjurkan oleh dokter walaupun sudah tidak mengalami gejala.
- Simpan Singulair di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak.
- Jangan mengonsumsi Singulair yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Singulair dengan Obat Lain
Montelukast yang terkandung dalam Singulair dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat-obat tertentu. Efek yang terjadi bisa berupa:
- Penurunan efektivitas Singulair bila digunakan bersama phenytoin, phenobarbital, rifampicin, atau apalutamide
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Singulair jika digunakan dengan gemfibrozil
Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan Singulair bersama obat lain.
Efek Samping dan Bahaya Singulair
Efek samping yang bisa timbul setelah menggunakan Singulair adalah:
- Mual atau muntah
- Diare
- Sakit perut
- Demam
- Sakit kepala
- Infeksi telinga
- Hidung tersumbat, batuk, atau sakit tenggorokan
- Ruam kulit
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau bertambah parah. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Gejala flu, seperti demam, menggigil, nyeri otot, batuk, sakit kepala, atau kelelahan
- Nyeri, kesemutan, atau mati rasa di tangan atau kaki
- Perubahan suasana hati atau perilaku, seperti cemas, gugup, mudah marah, linglung, halusinasi, depresi, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri maupun bunuh diri
- Nyeri atau bengkak pada area sinus, yaitu area hidung, pipi, atau dahi
- Kesulitan tidur
- Gejala gangguan liver, yang ditandai dengan kulit atau bagian putih mata yang menguning (penyakit kuning)