Manfaat lari jarak jauh cukup beragam, di antaranya adalah meningkatkan kekuatan otot sampai meredakan stres. Meski begitu, lari jarak jauh juga menyimpan sejumlah risiko jika dilakukan tanpa persiapan yang baik.
Lari jarak jauh merupakan salah satu jenis olahraga lari dalam jarak panjang. Olahraga kardio ini sering kali diperlombakan dalam berbagai jarak, mulai dari 5 km, 10 km, sampai 42.195 km.
Agar manfaat lari jarak jauh dapat diperoleh lebih optimal, Anda perlu melakukan persiapan yang matang. Hal ini juga berguna untuk mengurangi beberapa risiko yang dapat terjadi, salah satunya cedera.
Manfaat Lari Jarak Jauh bagi Kesehatan
Berikut ini adalah beberapa manfaat lari jarak jauh bagi kesehatan yang sayang untuk dilewatkan:
1. Meningkatkan kekuatan otot
Lari jarak jauh bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh. Hal ini karena lari jarak jauh dapat memengaruhi peningkatan jumlah dan ukuran mitokondria, yang merupakan sumber tenaga otot.
2. Membakar lemak tubuh
Manfaat lari jarak jauh selanjutnya adalah membakar lemak tubuh. Pasalnya, olahraga ini mampu meningkatkan metabolisme yang mendukung pembakaran kalori dan lemak dalam tubuh. Oleh karena itu, tidak heran bila lari jarak jauh dapat bantu menurunkan bobot tubuh.
3. Mengurangi risiko terkena penyakit
Selain meningkatkan kekuatan otot dan membakar lemak tubuh, lari jarak jauh juga bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung. Hal ini karena lari jarak jauh mampu melancarkan aliran darah, menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, bahkan menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
4. Menjaga berat badan tetap ideal
Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa lari jarak jauh termasuk olahraga kardio yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Hal tersebut dapat membantu membakar lemak dan kalori dalam tubuh, sehingga bobot tubuh Anda akan tetap ideal.
Meski begitu, Anda harus tetap mengimbangi olahraga dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran kaya nutrisi.serta membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula.
5. Meningkatkan stamina tubuh
Lari jarak jauh juga bermanfaat untuk memperkuat fungsi kerja jantung, otot, dan tulang Anda. Dengan begitu, tubuh Anda akan lebih berstamina dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Untuk menunjang fungsi tersebut, imbangilah dengan minum air putih setidaknya 8 gelas per hari, ya.
6. Meredakan stres
Selain membawa manfaat bagi kesehatan fisik, lari jarak jauh juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Ini karena olahraga, seperti lari atau jogging, dapat meningkatkan produksi endorfin, yaitu hormon yang berperan penting dalam mengurangi nyeri dan melawan stres.
Inilah alasannya mengapa rutin berolahraga bisa membuat suasana hati dan pikiran menjadi lebih baik dan mengurangi stres.
Agar manfaat dari lari jarak jauh dapat dirasakan, pastikan kesehatan fisik dan mental Anda terjaga dengan baik. Selain itu, konsumsilah makanan bergizi sebelum melakukan lari jarak jauh. Jangan lupa juga untuk minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Risiko Lari Jarak Jauh yang Perlu Diperhatikan
Selain membawa sejumlah manfaat, lari jarak jauh juga menyimpan beberapa risiko jika dilakukan tanpa persiapan. Berikut ini adalah sejumlah risiko yang bisa terjadi saat melakukan lari jarak jauh:
Cedera
Pelari jarak jauh rentan mengalami cedera, khususnya cedera lutut. Selain itu, lari jarak jauh juga meningkatkan risiko terjadinya patah tulang kaki karena lari jarak jauh dapat menurunkan kepadatan tulang.
Serangan jantung
Meski dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat, lari jarak jauh juga bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Hal ini bisa terjadi karena jantung dipaksa untuk terus bekerja keras melebihi batas kemampuan.
Umumnya, kondisi ini terjadi pada orang yang telah memiliki riwayat penyakit jantung, usai menjalani operasi jantung, atau sebelumnya belum pernah melakukan lari jarak jauh.
Asma kambuh
Risiko lari jarak jauh berikutnya adalah memicu kambuhnya penyakit asma bagi penderitanya. Saat melakukan lari jarak jauh, waktu yang diperlukan untuk berlari tidak sebentar, sehingga membutuhkan pernapasan yang lebih lama. Oleh karena itu, penderita asma perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga ini.
Untuk mendapatkan manfaat lari jarak jauh dan mengurangi risikonya, Anda disarankan untuk melakukan peregangan dan pemanasan sebelum melakukan lari jarak jauh.
Selain itu, lakukan pula latihan interval untuk meningkatkan kecepatan lari. Latihan interval dilakukan dengan cara mengombinasikan latihan intensitas tinggi dan latihan intensitas rendah secara bergantian. Dengan kata lain, lari cepat diselingi dengan lari pelan.
Lari jarak jauh membutuhkan persiapan yang matang, baik fisik maupun mental, untuk memaksimalkan manfaatnya. Jangan memaksakan diri untuk melakukan lari jarak jauh jika memang kondisi kesehatan Anda tidak memungkinkan.
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, termasuk menderita asma atau penyakit jantung, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan lari jarak jauh. Konsultasi dapat dilakukan secara cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter.