Cara menghindari bahaya terlalu lama berdiri saat hamil penting untuk dilakukan. Apalagi, jika Bumil banyak melakukan aktivitas sambil berdiri. Soalnya, kebiasaan ini mungkin saja dapat menimbulkan berbagai keluhan yang bisa mengganggu Bumil.
Bagi sebagian ibu hamil, anjuran untuk tidak sering berdiri saat hamil mungkin bisa dijalani dengan mudah. Namun, tidak sedikit ibu hamil yang sulit menghindarinya karena punya aktivitas yang mengharuskan untuk berdiri dalam waktu yang lama.
Kalau Bumil punya keluhan yang sama, tidak perlu khawatir, ya. Ada langkah-langkah yang bisa Bumil lakukan untuk menghindari bahaya terlalu lama berdiri saat hamil yang mungkin terjadi.
Bahaya Akibat Berdiri Terlalu Lama Berdiri Saat Hamil
Sebenarnya, berdiri terlalu lama saat hamil tidak secara langsung membahayakan kehamilan, kok. Asalkan, ibu hamil masih sering bergerak atau berjalan dan duduk sesekali.
Namun, kalau ibu hamil memiliki risiko kelahiran prematur, hamil bayi kembar, riwayat persalinan prematur, atau menderita diabetes dan preeklamsia, sebaiknya hindari berdiri terlalu lama. Ibu hamil juga dianjurkan tidak melakukan kebiasaan ini kalau ukuran janin tidak sesuai usianya.
Selain itu, berdiri dalam waktu yang lama dan diposisi yang sama bisa menyebabkan penggumpalan darah di kaki dan membuat kaki ibu hamil menjadi nyeri, kram, atau bengkak.
Upaya Mengurangi Risiko Berdiri Terlalu Lama Saat Hamil
Jika pekerjaan mengharuskan Bumil untuk berdiri dalam waktu yang lama, ada baiknya Bumil memberitahukan kondisi kehamilan Bumil pada perusahaan tempat Bumil bekerja. Selain itu, Bumil juga bisa minta keringanan dari tempat kerja agar tidak harus berdiri terlalu lama.
Bila perlu, Bumil juga bisa meminta cuti hamil, terutama jika kehamilan termasuk dalam risiko kelahiran prematur.
Selain itu, ada juga beberapa cara yang dapat Bumil lakukan untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat berdiri terlalu lama, yaitu:
- Letakkan satu kaki di atas pijakan bila Bumil harus berdiri terlalu lama. Ganti setiap sisi kaki secara berkala.
- Gerakkan kaki Bumil secara berkala, misalnya meregangkan kaki, jalan di tempat, atau berjalan-jalan.
- Duduklah sesekali dan hindari menyilangkan salah satu kaki di atas yang lain.
- Kenakan sepatu yang nyaman dan berhak rendah.
- Gunakan kaos kaki kompresi (compression stockings) agar sirkulasi darah di kaki tetap lancar dan mencegah bengkak.
- Kenakan sabuk kehamilan untuk menyangga perut, meratakan beban dari perut, dan meringankan beban pada kaki Bumil.
- Minum air setidaknya 8 gelas per hari.
Nah, itu hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghindari bahaya terlalu lama berdiri saat hamil atau mengurangi risiko terjadinya komplikasi atau ketidaknyamanan. Bumil bisa bertanya kepada dokter melalui Chat Bersama Dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Bumil dan janin, serta mendapatkan panduan yang tepat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.