Tips puasa untuk penderita GERD mencakup pola makan sehat saat sahur dan berbuka, serta menghindari beragam pemicu agar gejala tidak kambuh dan ibadah menjadi lancar.

Puasa bagi penderita GERD bisa menjadi tantangan yang luar biasa nih. Jika pola makan tidak dijaga dengan baik, penderita GERD mungkin bisa batal puasa karena tidak kuat menahan nyeri ketika asam lambung naik.

Tips Puasa untuk Penderita GERD agar Ibadah Lancar - Alodokter

Namun, tenang saja ya. Anda tetap bisa berpuasa dengan nyaman meski mengalami GERD kok. Asalkan, Anda menerapkan tips puasa untuk penderita GERD secara konsisten.

Ini Tips Puasa untuk Penderita GERD

Berikut ini adalah tips puasa untuk penderita GERD agar keluhan tidak kambuh:

1. Tidak melewatkan sahur

Tips puasa untuk penderita GERD yang pertama adalah tidak melewatkan sahur ya. Meski sangat mengantuk, Anda tetap perlu makan dan minum yang cukup saat sahur agar tubuh bisa berenergi meski menahan lapar dan haus lebih dari 12 jam. 

Selain itu, mengonsumsi air putih yang cukup saat sahur juga mampu membantu tubuh tetap terhidrasi selama puasa sehingga Anda nggak mudah haus, lemas, atau pusing.

2. Konsumsi makanan sehat dan mudah dicerna

GERD terjadi ketika katup otot di bagian bawah kerongkongan melemah sehingga menyebabkan isi lambung naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan banyak gejala, antara lain nyeri ulu hati, mual dan muntah, sensasi mengganjal di tenggorokan, sampai sulit menelan. 

Nah, untuk mencegah gejala ini muncul saat puasa, penderita GERD perlu lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi ketika sahur dan berbuka. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat dan mudah dicerna, seperti oatmeal, buah pisang, melon, semangka, yoghurt, daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan.

3. Kunyah perlahan dan secukupnya

Tips puasa untuk penderita GERD selanjutnya adalah kunyah makanan secara perlahan. Baik saat makan sahur maupun berbuka, usahakan untuk mengunyah makanan tidak buru-buru ya. Cara ini bisa bisa mencegah timbulnya gejala GERD yang membuat perut jadi tidak nyaman.

Agar Anda bisa mengunyah makanan pelan-pelan dan menikmatinya, usahakan untuk bangun lebih awal atau sahur tidak mepet azan subuh ya.

4. Tidak tidur setelah sahur atau berbuka

Bagi Anda yang memiliki GERD, sangat penting untuk tidak langsung tidur setelah sahur atau berbuka. Alasannya, ketika berbaring setelah makan, gravitasi tidak bisa membantu makanan turun ke usus. Hal ini mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan dada terasa panas (heartburn) dan refluks asam lambung.

Jika Anda sangat mengantuk setelah makan sahur atau berbuka, cobalah untuk tunggu beberapa menit sebelum berbaring. Pastikan Anda menopang kepala dengan menggunakan dua bantal saat berbaring untuk mencegah rasa mual dan nyeri dada akibat refluks asam lambung.

Hindari menopang area punggung saat berbaring karena bisa menimbulkan tekanan pada perut yang menyebabkan gejala GERD muncul.

5. Hindari makanan dan minuman pemicu GERD

Ada banyak makanan dan minuman yang bisa memicu timbulnya gejala GERD, seperti minuman bersoda, seblak, gorengan, kopi atau teh, dan buah jeruk atau stroberi. Mengonsumsi makanan dan minuman tersebut, apalagi saat perut sedang kosong, bisa memicu gejala GERD kambuh lho.

6. Jangan tunda waktu berbuka

Saat azan magrib berkumandang, segeralah berbuka puasa dengan makanan yang aman di lambung, seperti kurma, pisang, oatmeal, lontong isi sayur atau daging, semangka, dan alpukat. 

Selain bisa membuat tubuh berenergi lagi, makanan tersebut cukup mengenyangkan dan mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan penderita GERD.

Selain tips di atas, agar Anda bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman meski memiliki GERD, cobalah untuk mengelola stres dengan baik dan tidak merokok saat sahur atau berbuka ya.

Penderita GERD boleh-boleh saja berpuasa asalkan konsisten menerapkan tips-tips di atas. Namun, segera batalkan puasa jika Anda mengalami gejala GERD yang tidak tertahankan, misalnya nyeri perut, pusing, mual dan muntah. 

Selanjutnya, berkonsultasilah dengan dokter melalui chat untuk mengetahui penanganan dan pengobatan yang tepat.