Antiprestin adalah obat untuk mengatasi gangguan mental, seperti depresi. Obat sediaan kapsul ini harus digunakan sesuai anjuran dokter agar hasil pengobatan maksimal.
Antiprestin mengandung fluoxetine, yang cara kerjanya adalah dengan meningkatkan kadar serotonin di dalam otak. Kadar serotonin yang cukup dapat meringankan gejala depresi, seperti gelisah, mood swing, sampai serangan panik.
Obat ini hadir dalam dua sediaan dosis, yaitu Antiprestin 20 mg dan Antiprestin 10 mg. Selain untuk depresi, Antiprestin juga dapat diresepkan oleh dokter untuk mengobati gangguan bipolar atau disforik pramenstruasi.
Apa Itu Antiprestin
Bahan aktif | Fluoxetine |
Golongan | Obat resep |
Kategori | Antidepresan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) |
Manfaat | Mengobati gangguan mental, seperti depresi, obsessive compulsive disorder (OCD), gangguan makan bulimia, atau gangguan panik |
Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia >8 tahun |
Antiprestin untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. |
Kandungan obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan jantung bawaan janin. Konsultasikan dengan dokter terkait pengobatan depresi atau gangguan mental lainnya yang aman selama masa kehamilan. | |
Antiprestin untuk ibu menyusui | Obat ini dapat terserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Antiprestin. |
Awasi kemungkinan efek samping pada bayi yang menyusu, seperti kolik, gelisah, tidak mau menyusu, atau berat badan susah naik. | |
Bentuk obat | Kapsul |
Peringatan sebelum Menggunakan Antiprestin
Antiprestin harus digunakan sesuai saran dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum mengonsumsi obat ini:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Antiprestin tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap fluoxetine.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika menderita diabetes, glaukoma, susah buang air kecil, sirosis, gangguan perdarahan atau hemofilia, kejang, gangguan elektrolit, maupun penyakit ginjal atau hati.
- Informasikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita hipertensi, serangan jantung, aritmia, gagal jantung, atau stroke.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Antiprestin. Obat ini dapat menyebabkan kantuk.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Antiprestin. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius setelah menggunakan Antiprestin.
Dosis dan Aturan Pakai Antiprestin
Dosis dan aturan pakai Antiprestin ditentukan dokter sesuai kondisi pasien. Secara umum, berikut dosis penggunaan Antiprestin:
- Dewasa: 20 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 40 mg, 2 kali sehari.
- Anak usia >8 tahun: 10–20 mg, 1 kali sehari.
Cara Menggunakan Antiprestin dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Antiprestin. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Supaya hasil pengobatan maksimal, ikutilah cara menggunakan Antiprestin berikut ini:
- Antiprestin dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Telan kapsul obat dengan bantuan air putih.
- Tetaplah mengonsumsi Antiprestin sesuai jangka waktu yang ditentukan oleh dokter meski keluhan terasa membaik sebelum itu.
- Hentikan penggunaan Antiprestin bila Anda merasa cemas, gelisah, hingga muncul pikiran untuk mengakhiri hidup setelah mengonsumsi obat ini. Selanjutnya, lakukan konsultasi ke dokter secara online untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
- Simpan Antiprestin di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Antiprestin dengan Obat Lain
Fluoxetine yang terkandung dalam Antiprestin dapat menimbulkan efek interaksi bila digunakan bersama obat-obat tertentu. Interaksi yang mungkin terjadi meliputi:
- Peningkatan efek samping kantuk bila digunakan bersama pereda nyeri opioid, obat batuk, obat tidur, atau antiansietas
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan hingga mudah memar bila digunakan bersama obat golongan OAINS
- Peningkatan risiko terjadinya masalah jantung yang berat bila digunakan dengan obat asma, antihipertensi, atau obat HIV
Untuk menghindari risiko terjadinya efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan Antiprestin bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Antiprestin
Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Antiprestin antara lain:
- Pusing
- Mengantuk
- Pandangan kabur
- Sakit kepala
- Mulut kering
- Jantung berdebar
- Mual muntah
- Mudah lelah
Lakukan konsultasi online dengan dokter jika keluhan di atas tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping tersebut.
Meski jarang, reaksi alergi atau efek samping yang serius seperti berikut dapat terjadi:
- Ruam, sesak napas, serta bengkak di wajah, mata, atau mulut
- Mudah memar
- Susah tidur
- Pemikiran bunuh diri
- Sindrom serotonin, yang ditandai dengan demam tinggi, gelisah, linglung, hingga halusinasi
- Kejang
Bila hal tersebut terjadi, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.