Benoson-G adalah obat oles berbentuk krim untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit yang mengalami peradangan, seperti eksim. Benoson-G mengandung bahan aktif dari kelompok obat kortikosteroid dan antibiotik, yaitu betametason dan gentamicin.

Dermatitis atau eksim yang sering digaruk dapat menimbulkan luka terbuka sehingga mudah mengalami infeksi. Eksim yang terinfeksi bakteri ditandai dengan luka yang basah dan bernanah serta terbentuknya keropeng kekuningan. Kondisi ini perlu diobati dengan kombinasi obat kortikosteroid topikal dan antibiotik, seperti Benoson-G.

Benoson-G

Kandungan betametason pada Benoson-G memiliki kemampuan dalam menghentikan peradangan pada kulit. Sementara itu, gentamicin bekerja menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi pada kulit yang meradang. Berkat cara kerjanya, Benoson-G dapat meredakan gejala radang kulit yang disertai infeksi bakteri.

Benoson-G tersedia dalam kemasan tube 10 gram. Benoson-G Krim 10 gr hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Apa Itu Benoson-G Krim

Bahan aktif Kombinasi betametasone 1 mg dan gentamicin 1 mg
Golongan Obat resep
Kategori  Kombinasi kortikosteroid topikal (betametason) dan antibiotik golongan aminoglikosida (gentamicin)
Manfaat Mengatasi kondisi peradangan pada kulit yang disertai infeksi bakteri
Digunakan oleh Dewasa
Benoson-G untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping betametason topikal terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Sementara itu, belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan gentamicin topikal terhadap ibu hamil maupun janin.
Benoson-G krim tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, kecuali jika disarankan oleh dokter.
Benoson-G untuk ibu menyusui Obat kombinasi gentamicin topikal dan betametason topikal, seperti Benoson-G, umumnya aman untuk ibu menyusui selama digunakan dalam jangka pendek dan sesuai arahan dokter.
Pastikan bayi tidak bersentuhan dengan area kulit Anda yang sedang diobati dengan Benoson-G krim.
Obat oles ini tidak boleh digunakan pada area payudara. Konsultasikan kepada dokter terkait obat kortikosteroid topikal yang aman untuk digunakan pada daerah payudara selama masa menyusui.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Benoson-G Krim

Penggunaan Benoson-G harus mengikuti saran atau resep dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan obat oles ini:

  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami iritasi atau alergi terhadap obat oles. Bila memungkinkan, beri tahu juga jenis obatnya. Benoson-G tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan produk ini.
  • Informasikan kepada dokter jika pernah mengalami iritasi kulit setelah menggunakan obat oles lain yang tergolong kortikosteroid topikal, seperti desoximetasone atau triamcinolone.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang mengalami infeksi jamur kulit, herpes, cacar air, atau tuberkulosis kulit. Obat oles yang mengandung betametason dan gentamicin tidak boleh digunakan pada kondisi tersebut.
  • Diskusikan mengenai penggunaan Benoson-G ke dokter jika Anda sedang menderita diabetes, penyakit liver, katarak, glaukoma, atau gangguan kelenjar adrenal, seperti sindrom Cushing dan penyakit Addison.
  • Beri tahu dokter jika terdapat kondisi yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial, misalnya cedera kepala, stroke, ensefalitis, tumor otak, aneurisma otak, atau meningitis.
  • Informasikan kepada dokter jika sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Benoson-G jika area kulit yang terinfeksi luas atau mengalami luka.
  • Beri tahu dokter mengenai semua obat yang sedang digunakan, termasuk obat oles lain. Hindari pemakaian obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Benoson-G kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Hindari penggunaan Benoson-G pada anak, kecuali atas instruksi dokter. Hal ini karena anak-anak rentan mengalami efek samping dari kandungan obat ini.
  • Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang mengganggu setelah memakai Benoson-G.

Dosis dan Aturan Pakai Benoson-G

Untuk mengatasi peradangan pada kulit yang disertai infeksi bakteri, oleskan krim Benoson-G secara merata pada area kulit yang perlu diobati, 2 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.

Lama pengobatan dengan Benoson-G akan ditentukan oleh dokter berdasarkan lokasi keluhan, keparahan gejala, dan respons pasien terhadap pengobatan.

Cara Menggunakan Benoson-G dengan Benar

Pastikan Anda menggunakan Benoson-G sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menggunakan krim ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai.

Supaya hasil pengobatan maksimal, ikutilah cara menggunakan Benoson-G berikut ini:

  • Gunakanlah Benoson-G pada pagi dan malam hari.
  • Pastikan untuk mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum menggunakan Benoson-G. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
  • Oleskan krim Benoson-G tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
  • Jangan menutup atau membalut area yang diolesi krim Benoson-G dengan perban kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Benoson-G.
  • Benoson-G hanya boleh digunakan pada kulit. Bila obat tidak sengaja mengenai mata, atau bagian dalam hidung, mulut, vagina, maupun anus, segera bilas area tersebut dengan air bersih.
  • Jika lupa menggunakan Benoson-G, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
  • Simpan Benoson-G di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat mata ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala radang kulit yang terinfeksi belum mereda meski sudah memakai Benoson-G sesuai lama pengobatan yang dianjurkan dokter. Guna memastikan kondisi kulit dan mendapat penanganan yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter.
  • Segera ke dokter jika gejala radang kulit makin parah meski waktu pengobatan belum rampung.
  • Jangan gunakan Benoson-G yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.

Interaksi Benoson-G Krim dengan Obat Lain

Obat yang dioleskan pada kulit, seperti Benoson-G, jarang menimbulkan efek interaksi dengan obat lain. Namun, tidak tertutup kemungkinan betametason dalam krim ini bisa berinteraksi dengan obat atau bahan aktif tertentu.

Agar aman, jangan mengoleskan krim Benoson-G bersama produk perawatan kulit atau obat oles lain, kecuali jika diperbolehkan dokter.

Efek Samping dan Bahaya Benoson-G

Efek samping yang bisa timbul akibat pemakaian obat oles yang mengandung betametason dan gentamicin, seperti Benoson-G, adalah iritasi yang gejalanya meliputi gatal, kering, dan rasa panas pada kulit yang diolesi obat.

Umumnya iritasi timbul pada awal pemakaian dan bisa hilang dalam beberapa hari. Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping yang muncul tidak membaik atau malah tambah parah.

Hentikan pemakaian Benoson-G jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang mengganggu, termasuk:

  • Tumbuh bulu badan yang banyak atau hypertrichosis
  • Perubahan warna pada area kulit yang diobati
  • Stretch mark
  • Biang keringat
  • Gejala gangguan kelenjar adrenal, sakit perut yang parah, pusing berat seperti akan pingsan, tubuh lemas dan sangat lelah, hilang nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Gejala hiperglikemia, seperti sering buang air kecil, mudah haus dan lapar, linglung, napas cepat, napas beraroma buah 
  • Gejala sindrom Cushing, seperti sakit kepala yang parah, penipisan kulit sehingga kulit mudah memar, luka atau gigitan serangga di kulit sulit sembuh, atau penumpukan lemak, terutama di bahu (buffalo hump) dan wajah (moon face)

Guna mendapatkan respons yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi melalui Chat Bersama Dokter. Melalui chat, dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk meredakan efek samping. Namun, jika diperlukan pertolongan medis secepatnya, segeralah periksakan diri secara langsung ke dokter.