Benoson-N adalah obat oles berbentuk krim yang mengandung kombinasi betametason dan neomycin. Krim Benoson-N bermanfaat untuk mengatasi sejumlah kondisi peradangan pada kulit yang disertai infeksi bakteri.

Benoson-N mengandung 0,1% betametason dan 0,5% neomycin. Betametason tergolong sebagai obat kortikosteroid topikal, sedangkan neomycin termasuk kelompok antibiotik golongan aminoglikosida.

Benoson-N Cream

Betametason pada Benoson-N bekerja menghambat produksi senyawa yang menyebabkan peradangan pada kulit. Alhasil, keluhan ruam, gatal-gatal, nyeri, dan bengkak pada kulit bisa mereda. Sementara itu, neomycin berperan dalam menghambat perkembangan bakteri penyebab infeksi pada kulit yang meradang.

Krim Benoson-N digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada kondisi berikut:

Produk Benoson-N

Berikut adalah 2 varian sediaan Benoson-N:

Apa Itu Benoson-N

Bahan aktif Kombinasi betametason dan neomycin
Golongan Obat resep
Kategori  Kombinasi kortikosteroid topikal dan antibiotik topikal golongan aminoglikosida
Manfaat Mengatasi kondisi peradangan pada kulit yang disertai infeksi bakteri
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun
Benoson-N untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping betametason topikal terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Sementara itu, belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan neomycin topikal terhadap ibu hamil maupun janin.
Benoson-N tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
Benoson-N untuk ibu menyusui Hindari penggunaan Benoson-N jika Anda sedang dalam masa menyusui.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Benoson-N

Benoson-N merupakan obat resep sehingga penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Sebelum menggunakan obat ini, penting bagi Anda untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami iritasi atau alergi terhadap obat oles. Bila memungkinkan, beri tahu juga jenis obatnya. Benoson-N tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan produk ini.
  • Jangan menggunakan Benoson-N untuk mengobati jerawat, rosacea, gatal-gatal atau pruritus di sekitar alat kelamin, ruam popok, infeksi jamur kulit, atau dermatitis perioral. Sebelum menggunakan obat oles ini, berkonsultasilah dengan dokter melalui chat jika Anda memiliki keluhan tertentu pada kulit.
  • Jangan menggunakan Benoson-N untuk mengatasi herpes atau cacar.
  • Informasikan kepada dokter jika pernah mengalami iritasi kulit setelah menggunakan obat oles lain yang tergolong kortikosteroid topikal, seperti hydrocortisone topikal atau clobetasol.
  • Diskusikan mengenai penggunaan Benoson-N ke dokter jika Anda sedang menderita penyakit ginjal, diabetes, penyakit liver, katarak, glaukoma, atau gangguan kelenjar adrenal, seperti sindrom Cushing dan penyakit Addison.
  • Beri tahu dokter jika terdapat kondisi yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial, misalnya aneurisma otak, cedera kepala, stroke, tumor otak, ensefalitis, atau meningitis.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Benoson-N jika terdapat luka yang besar, luka tusuk, atau luka bakar yang luas di area kulit yang akan diobati.
  • Beri tahu dokter mengenai semua obat yang sedang digunakan, termasuk obat oles lain. Hindari pemakaian obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Benoson-N kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Hindari penggunaan Benoson-N pada anak, kecuali atas instruksi dokter. Hal ini karena anak-anak rentan mengalami efek samping dari kandungan obat ini.
  • Informasikan kepada dokter jika sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Benoson-N tidak direkomendasikan untuk digunakan selama hamil atau menyusui.
  • Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang mengganggu setelah memakai Benoson-N.

Dosis dan Aturan Pakai Benoson-N

Untuk mengatasi peradangan pada kulit yang disertai infeksi bakteri, oleskan krim Benoson-N secara merata pada area kulit yang perlu diobati, 2–3 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Apabila keluhan sudah mulai membaik, frekuensi pemakaian Benoson-N bisa dikurangi menjadi 1 kali sehari.

Lama pengobatan dengan Benoson-N maksimal 7 hari untuk orang dewasa dan 5 hari untuk anak usia ≥2 tahun, atau sesuai arahan dokter.

Cara Menggunakan Benoson-N dengan Benar

Gunakanlah Benoson-N sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menggunakan krim ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai. Penggunaan krim Benoson-N secara berlebihan dan dalam waktu yang lama bisa menimbulkan sindrom Cushing.

Berikut adalah panduan penggunaan Benoson-N yang benar:

  • Pastikan untuk mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum menggunakan Benoson-N. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
  • Oleskan krim Benoson-N tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
  • Jangan menutup atau membalut area yang diolesi krim Benoson-N dengan perban kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Benoson-N.
  • Benoson-N hanya boleh digunakan di kulit. Bila obat tidak sengaja mengenai mata, atau bagian dalam hidung, mulut, vagina, maupun anus, segera bilas area tersebut dengan air bersih.
  • Jika lupa menggunakan Benoson-N, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
  • Simpan Benoson-N di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat mata ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika gejala radang kulit yang terinfeksi belum mereda meski sudah memakai Benoson-N sesuai lama pengobatan yang dianjurkan dokter. Guna memastikan kondisi kulit dan mendapat penanganan yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter.
  • Segera ke dokter jika gejala radang kulit makin parah meski waktu pengobatan belum rampung.
  • Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Benoson-N jika keluhan radang kulit muncul lagi dalam waktu 2 minggu setelah selesai pengobatan. 
  • Jangan gunakan Benoson-N yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.

Interaksi Benoson-N dengan Obat Lain

Obat yang dioleskan pada kulit, seperti Benoson-N, jarang menimbulkan efek interaksi dengan obat lain. Namun, tidak tertutup kemungkinan betametason dalam krim ini bisa berinteraksi dengan obat atau bahan aktif tertentu.

Agar aman, jangan mengoleskan krim Benoson-N bersama produk perawatan kulit atau obat oles lain, kecuali jika diperbolehkan dokter.

Efek Samping dan Bahaya Benoson-N

Pemakaian obat oles yang mengandung betametason topikal dan neomycin, seperti Benoson-N, dapat menimbulkan iritasi yang bisa berupa gatal, kering, dan rasa panas pada kulit yang diolesi obat.

Biasanya efek samping tersebut timbul pada awal pemakaian dan bisa hilang dalam beberapa hari. Beri tahu dokter jika efek samping yang muncul tidak membaik atau justru makin parah.

Meski jarang terjadi, penggunaan krim berbahan aktif betametason dan neomycin dapat menimbulkan reaksi alergi, atau efek samping serius berikut ini:

  • Stretch mark
  • Tumbuh rambut di badan yang banyak atau hypertrichosis
  • Perubahan warna pada area kulit yang diobati
  • Gejala infeksi kulit, seperti kemerahan, bengkak, dan benjolan berisi nanah
  • Penglihatan buram seperti ada bayangan awan atau asap 
  • Kesulitan mendengar
  • Gejala gangguan ginjal, seperti urine yang keluar saat buang air kecil makin sedikit atau tidak keluar sama sekali

Hubungi dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius yang telah disebutkan di atas. Untuk mendapatkan respons yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi melalui Chat Bersama Dokter.

Melalui chat, dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk meredakan efek samping. Namun, jika diperlukan pertolongan medis secepatnya, segeralah periksakan diri secara langsung ke dokter.