Diprogenta adalah obat oles untuk meredakan kulit gatal dan kemerahan akibat peradangan, infeksi bakteri, atau luka bakar. Obat ini harus digunakan sesuai anjuran dokter agar dosisnya tepat.
Diprogenta mengandung betametason dan gentamicin dalam sediaan obat oles (topikal). Perpaduan kedua bahan aktif dalam obat ini menghentikan peradangan serta membasmi bakteri penyebab infeksi. Dengan begitu, keluhan kulit gatal, bengkak, dan kemerahan dapat mereda.
Produk Diprogenta
Terdapat 2 varian Diprogenta, yaitu:
- Diprogenta Krim, dengan kandungan 0,05% betamethasone dan 0,1% gentamicin dalam sediaan krim
- Diprogenta Salep, yang mengandung 0,05% betamethasone dan 0,1% gentamicin dalam sediaan salep
Apa Itu Diprogenta
Bahan aktif | 0,5 mg betametason dan 1 mg gentamicin |
Golongan | Obat resep |
Kategori | Kombinasi antibiotik dan kortikosteroid topikal |
Manfaat | Mengobati peradangan kulit, misalnya akibat infeksi bakteri, luka bakar, dermatitis atopik, lichen planus, dermatitis seboroik, atau impetigo |
Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia >12 tahun |
Diprogenta untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. |
Kandungan obat ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan bawaan janin. Jangan gunakan obat ini tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. | |
Diprogenta untuk ibu menyusui | Diprogenta dapat digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti anjuran dokter. Pastikan untuk membersihkan payudara sebelum menyusui bayi kembali agar obat tidak tertelan oleh bayi. |
Awasi kemungkinan efek samping, seperti diare atau jamur mulut, pada bayi yang menyusu,. | |
Bentuk obat | Krim, salep |
Peringatan sebelum Menggunakan Diprogenta
Diprogenta harus digunakan sesuai saran dari dokter dan aturan pakai. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Diprogenta tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap betametason atau gentamicin.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika menderita infeksi jamur kulit, cacar air, atau tuberkulosis kulit. Diprogenta tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi tersebut.
- Sampaikan kepada dokter jika keluhan kulit muncul di area wajah, kulit kepala, selangkangan, maupun ketiak.
- Informasikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita diabetes, glaukoma, katarak, sindrom Cushing, penyakit ginjal, dermatitis perioral, maupun rosacea.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius setelah menggunakan Diprogenta.
Dosis dan Aturan Pakai Diprogenta
Dosis dan aturan pakai Diprogenta ditentukan dokter sesuai kondisi pasien. Secara umum, berikut adalah dosis penggunaan Diprogenta:
- Dewasa: 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari.
Cara Menggunakan Diprogenta dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan Diprogenta. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa seizin dokter.
Supaya hasil pengobatan maksimal, ikutilah cara menggunakan Diprogenta berikut ini:
- Cucilah tangan dan kulit yang meradang sebelum menggunakan Diprogenta. Oleskan obat tipis-tipis dan tidak perlu membalut kulit dengan perban atau plester.
- Bila hendak menggunakan produk perawatan kulit lain, lakukan setidaknya 30 menit setelah mengoleskan Diprogenta. Hal ini agar obat dapat terserap dengan maksimal.
- Diprogenta umumnya digunakan selama 3–4 minggu. Bila keluhan tidak kunjung membaik setelah itu, lakukan konsultasi online dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat.
- Jangan sampai Diprogenta mengenai mata, hidung, atau bagian dalam mulut. Jika area tersebut terkena obat, segera bersihkan dengan air mengalir.
- Simpan Diprogenta di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Diprogenta dengan Obat Lain
Diprogenta hanya untuk penggunaan luar sehingga kecil kemungkinan obat ini berinteraksi dengan obat-obatan lain yang diminum.
Meski begitu, agar aman, konsultasikan dengan dokter jika hendak menggunakan Diprogenta dengan obat lain, suplemen, atau produk herbal apa pun, terutama jika obat tersebut dioleskan ke area kulit yang sama.
Efek Samping dan Bahaya Diprogenta
Efek samping yang mungkin muncul setelah menggunakan Diprogenta antara lain:
- Kulit kering
- Gatal
- Perih
- Terasa panas
- Stretch mark
Lakukan konsultasi online dengan dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping tersebut.
Meski jarang, reaksi alergi atau efek samping yang serius seperti di bawah ini juga dapat terjadi:
- Ruam, sesak napas, serta bengkak pada wajah, mata, atau mulut
- Kulit mengelupas, disertai lepuhan berisi nanah
- Pandangan kabur
- Detak jantung tidak teratur
- Buang air kecil lebih sering
Bila muncul keluhan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.