Penyakit kuning adalah kondisi ketika kulit dan bagian putih mata (sklera) tampak menguning, yang dalam istilah medis disebut ikterus. Penyakit ini bukan penyakit utama, melainkan gejala dari gangguan tertentu dalam tubuh.

Pada bayi baru lahir, ikterus umumnya normal, muncul pada usia 2–4 hari, dan biasanya hilang dalam 1–2 minggu. Namun, jika warna kuning muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir atau bertahan lebih dari 14 hari, bayi perlu segera diperiksa oleh dokter.

penyakit kuning-alodokter

Pada orang dewasa, penyakit kuning bisa menandakan masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis. Pemeriksaan oleh tenaga medis penting untuk memastikan penyebab yang mendasari kondisi ini.

Penyebab Penyakit Kuning

Penyakit kuning (ikterus) terjadi ketika kulit, mata, atau selaput lendir menguning akibat tingginya kadar  bilirubin dalam darah. Bilirubin biasanya diproses hati dan dibuang lewat urine dan tinja, namun gangguan pada proses ini dapat membuatnya menumpuk.

Berdasarkan asal gangguannya, penyebab penyakit kuning terbagi menjadi 3, yaitu:

Penyakit kuning Pre-hepatic 

Penyakit ini terjadi ketika sel darah merah hancur terlalu cepat, sehingga kadar bilirubin meningkat. Penyebabnya antara lain anemia sel sabit, malaria, talasemia, anemia hemolitik, atau defisiensi enzim G6PD.

Penyakit kuning Intra-hepatic

Penyakit kuning Intra-hepatic terjadi saat hati terganggu dalam memproses bilirubin, sehingga zat ini menumpuk dalam darah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh hepatitis, konsumsi alkohol berlebihan, sirosis, kanker hati, overdosis obat, penyalahgunaan NAPZA, atau paparan zat berbahaya.

Penyakit kuning Post-hepatic

Penyakit ini terjadi ketika bilirubin yang sudah diolah hati terhambat untuk dibuang keluar tubuh. Penyebabnya termasuk batu empedu, kanker saluran empedu atau pankreas, pankreatitis, atresia bilier, atau infeksi parasit di hati.

Faktor Risiko Penyakit Kuning

Pada bayi baru lahir, penyakit kuning sering muncul karena hati belum matang atau banyaknya sel darah merah yang dihancurkan. Risiko meningkat jika bayi lahir prematur, memiliki perbedaan golongan darah dengan ibu, masalah menyusui, defisiensi enzim G6PD, atau riwayat keluarga dengan penyakit kuning.

Pada orang dewasa, risiko penyakit kuning lebih tinggi pada mereka yang menyalahgunakan NAPZA, membuat tato tanpa prosedur steril, belum divaksin hepatitis, bekerja di bidang kesehatan, atau memiliki kebiasaan seksual tidak aman.

Gejala Penyakit Kuning

Penyakit kuning ditandai dengan kulit, mata, atau selaput lendir berwarna kekuningan akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Selain itu, penyakit kuning juga ditandai dengan gejala lain, seperti:

  • Urine gelap dan tinja pucat
  • Demam, menggigil, nyeri kepala, atau nyeri otot
  • Mual, muntah, dan hilang nafsu makan
  • Nyeri perut kanan atas atau diare
  • Linglung, kebingungan, atau penurunan kesadaran
  • Gatal-gatal hebat akibat penumpukan garam empedu
  • Pembengkakan perut atau tungkai, feses hitam pekat

Gejala bisa ringan atau tidak muncul semuanya, tetapi bila bertambah berat. kondisi ini membutuhkan penangnan yang sesuai karena bisa membahayakan kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri jika mengalami gejala penyakit kuning, seperti kulit atau mata yang menguning. Perhatikan juga bila disertai demam, muntah, nyeri perut, atau gangguan kesadaran.

Pada bayi, segera periksa jika penyakit kuning muncul dalam 3 hari pertama, bertahan lebih dari 2 minggu, tidak mau menyusu, lemah, atau makin menguning. Untuk arahan awal, Anda juga bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran pemeriksaan dan langkah penanganan yang tepat.

Diagnosis Penyakit Kuning

Diagnosis penyakit kuning dimulai dengan pemeriksaan gejala, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Tes darah biasanya dilakukan untuk mengukur kadar bilirubin dan menilai fungsi hati.

Untuk memastikan penyebab penyakit kuning, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan, misalnya

  • Tes darah, untuk mengecek bilirubin, fungsi hati, infeksi (hepatitis, malaria), dan kemungkinan gangguan autoimun
  • Tes urine, guna mengukur urobilinogen dengan tujuan untuk membedakan jenis penyakit kuning
  • Pemindaian seperti USG, CT scan, MRI, koleskintigrafi, atau ERCP untuk menilai kondisi hati, kandung empedu, dan saluran empedu, termasuk sumbatan atau batu
  • Biopsi hati, dengan mengambil sampel jaringan hati bila dicurigai adanya kanker atau kerusakan hati yang tidak jelas penyebabnya

Pengobatan Penyakit Kuning

Pengobatan penyakit kuning disesuaikan dengan jenis dan penyebabnya. Setiap kasus membutuhkan pendekatan berbeda untuk mengatasi sumber masalah dan mencegah komplikasi.

Penyakit kuning pre-hepatic

Pengobatan difokuskan untuk menghentikan atau memperlambat penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Penanganannya meliputi:

  • Obat antimalaria, diresepkan bila penyebabnya infeksi malaria, seperti doxycycline, chloroquine, atau artesunate, sesuai diagnosis dan tingkat keparahan
  • Transfusi darah, diberikan dokter untuk kasus anemia berat atau gangguan hemolisis lain, termasuk kelainan darah bawaan

Penyakit kuning intra-hepatic

Pada kasus ini, penanganan bertujuan memperbaiki fungsi hati dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Pengobatannya meliputi:

  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol apabila penyakit kuning yang diderita disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan
  • Obat antivirus, diberikan bila penyebabnya adalah infeksi virus, misalnya hepatitis B atau C
  • Transplantasi hati, direkomendasikan jika kerusakan hati sudah berat (sirosis) dan tidak bisa diperbaiki

Penyakit kuning post-hepatic

Untuk penyakit kuning post-hepatic, pengobatan bertujuan menghilangkan hambatan pada saluran empedu atau pankreas agar bilirubin dapat keluar. Langkah-langkahnya:

  • Operasi atau tindakan endoskopi, jika dalam pemeriksaan ditemukannya batu empedu
  • Operasi pengangkatan tumor, untuk kasus kanker saluran empedu atau pankreas
  • Cholestyramine, obat yang membantu mengikat asam empedu untuk meredakan gatal akibat penumpukan empedu di kulit

Pengobatan Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Penyakit kuning pada bayi biasanya membaik dalam 2–3 minggu. Pada kasus berat, penanganan khusus di rumah sakit diperlukan:

  • Pemberian nutrisi tambahan, berupa ASI atau susu formula, dan ditambah cairan infus jika diperlukan, untuk mencegah dehidrasi dan menjaga berat badan bayi tetap stabil.
  • Fototerapi, memanfaatkan cahaya biru untuk mengubah bilirubin di tubuh bayi menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan
  • Suntikan imunoglobulin, diberikan untuk menurunkan antibodi yang menyerang sel darah merah bayi akibat perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi
  • Transfusi tukar, sebagian darah bayi diganti dengan darah pendonor jika pengobatan lain tidak efektif mengatasi penyakit kuning pada bayi

Pencegahan Penyakit Kuning

Pencegahan penyakit kuning dilakukan dengan mencegah penyebabnya. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

  • Lakukan vaksinasi hepatitis A dan B
  • Konsumsi obat pencegah penyakit malaria sebelum berkunjung ke daerah yang rawan penyakit tersebut
  • Batasi konsumsi minuman beralkohol, untuk mencegah kerusakan organ hati.
  • Hentikan kebiasaan merokok, untuk mencegah penyakit kanker
  • Hindari penyalahgunaan NAPZA, terutama yang menggunakan jarum suntik
  • Hindari berhubungan seksual tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan
  • Konsumsi makanan dan minuman yang bersih, agar terhindar dari hepatitis A
  • Gunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja, untuk menghindari paparan zat kimia yang dapat memicu kerusakan organ hati
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai dosis, manfaat, dan risiko dari obat-obatan yang digunakan

Penyakit kuning bisa dialami siapa saja, baik bayi maupun orang dewasa. Mengetahui gejala, penyebab, serta langkah pencegahan dan pengobatan sangat penting untuk menjaga kesehatan hati dan mencegah komplikasi. Segera lakukan pemeriksaan dokter bila muncul tanda-tanda penyakit kuning, agar penanganan tepat dan risiko kesehatan dapat diminimalkan. 

Dengan langkah pencegahan yang tepat, seperti vaksinasi, gaya hidup sehat, dan konsultasi medis, penyakit kuning bisa dicegah atau ditangani lebih cepat.