Stinopi adalah obat untuk meringankan batuk berdahak dan demam saat terserang flu. Obat ini bisa dibeli bebas, tetapi penggunaannya perlu sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk pemakaian di kemasan obat.
Stinopi mengandung paracetamol dan acetylcysteine. Paracetamol akan menurunkan suhu tubuh saat demam sekaligus meredakan nyeri. Sementara itu, acetylcysteine bekerja dengan cara mengencerkan dahak dan lendir agar mudah dikeluarkan lewat batuk.
Apa Itu Stinopi
Bahan aktif | 500 mg paracetamol dan 200 mg acetylcysteine |
Golongan | Obat bebas terbatas |
Kategori | Kombinasi obat golongan analgetik-antipiretik dan pengencer dahak (mukolitik) |
Manfaat | Mengobati batuk berdahak dan demam |
Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
Stinopi untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. |
Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, kandungan obat ini dapat mengganggu perkembangan saraf janin sehingga meningkatkan risiko ADHD dan ASD pada anak setelah lahir. Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan Stinopi agar dosisnya tepat. | |
Stinopi untuk ibu menyusui | Stinopi dapat digunakan selama masa menyusui selama sesuai dengan anjuran dokter. |
Bentuk obat | Kaplet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Stinopi
Stinopi harus digunakan sesuai aturan pakai dan saran dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum mengonsumsi obat ini:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Stinopi tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap paracetamol, acetylcysteine, atau aspirin.
- Informasikan kepada dokter jika pernah atau sedang menderita asma, hipertensi, gagal jantung kongestif, tukak lambung, perdarahan saluran cerna, gangguan fungsi ginjal, defisiensi G6PD, atau anemia hemolitik.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius setelah menggunakan Stinopi.
Dosis dan Aturan Pakai Stinopi
Dosis dan aturan pakai Stinopi ditentukan dokter sesuai kondisi pasien. Secara umum, berikut adalah dosis penggunaan Stinopi:
- Dewasa dan anak usia >11 tahun: 1 kaplet, 3 kali sehari.
- Anak usia 6–11 tahun: ½–1 kaplet, 3 kali sehari.
Cara Menggunakan Stinopi dengan Benar
Bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat dan ikuti anjuran dokter sebelum mengonsumsi Stinopi. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Supaya hasil pengobatan maksimal, ikutilah cara menggunakan Stinopi berikut ini:
- Stinopi dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Telan kaplet obat dengan bantuan air putih.
- Beri jarak setidaknya 4 jam antardosis obat. Stinopi hanya boleh dikonsumsi maksimal 4 kaplet dalam sehari.
- Bila Anda muntah dalam 1 jam setelah minum Stinopi, tanyakan ke dokter apakah obat perlu dikonsumsi ulang.
- Obat ini umumnya hanya dikonsumsi maksimal 2–3 hari. Bila demam dan batuk tidak kunjung membaik setelah itu, konsultasikan ke dokter secara online untuk mendapat penanganan yang tepat.
- Simpan Stinopi di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Stinopi dengan Obat Lain
Paracetamol dan acetylcysteine yang terkandung dalam Stinopi dapat menimbulkan efek interaksi bila digunakan bersama obat-obat tertentu. Interaksi yang mungkin terjadi meliputi:
- Penurunan efektivitas Stinopi bila digunakan dengan obat penekan batuk (antitusif), seperti dextromethorphan
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan bila digunakan bersama antikoagulan
- Peningkatan risiko terjadinya masalah organ hati bila digunakan dengan phenytoin
Untuk menghindari risiko terjadinya efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan ke dokter jika hendak menggunakan Stinopi bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Stinopi
Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Stinopi antara lain:
- Mual
- Sakit perut
- Ruam kulit
- Mengantuk
Berkonsultasilah melalui fitur Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Meski jarang, Stinopi dapat menyebabkan reaksi alergi atau efek samping serius, seperti:
- Ruam, sesak napas, serta bengkak di wajah, mata, atau mulut
- Ruam kulit hingga mengelupas, disertai sariawan
- Mudah memar
- Muntah-muntah, bisa disertai darah atau tampak seperti bubuk kopi
- Nyeri perut bagian atas, urine berwarna pekat, serta mata dan kulit kuning
Bila mengalami keluhan di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.