Risiko terjadinya kejang pada epilepsi bisa dihindari dengan minum obat-obatan sesuai dosis dan anjuran dokter, serta menjalani pola hidup sehat. Upaya yang dapat dilakukan oleh penderita antara lain: 

1. Mengonsumsi obat-obatan dengan benar

Mengonsumsi obat-obatan secara rutin sesuai petunjuk dokter merupakan salah satu cara utama untuk mengontrol epilepsi dan mencegah terjadinya kejang. Oleh karena itu, pastikan untuk membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan dan tidak menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter. 

Penting untuk diingat bahwa melewatkan satu dosis dan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko kejang yang tidak terkendali. 

2. Beristirahat dan tidur yang cukup

Kelelahan dan kurang tidur merupakan salah satu pemicu terjadinya kejang. Maka dari itu, pastikan untuk tidur yang cukup minimal 7–9 jam setiap malam. Dengan begitu, tubuh akan berfungsi dengan optimal, kesehatan otak terjaga, serta risiko terjadinya kejang bisa dihindari.

3. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol

Menghindari konsumsi minuman beralkohol juga bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya kejang berulang. Minuman beralkohol dapat mengganggu aktivitas otak dan sistem saraf pusat sehingga berisiko memicu terjadinya kejang. 

4. Mengelola stres dengan baik

Mengelola stres dengan mempelajari teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan, dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah kejang berulang akibat epilepsi. 

5. Menghindari kilatan cahaya

Diketahui bahwa sekitar 3% penderita epilepsi mengalami kejang yang dipicu oleh kilatan cahaya atau disebut juga epilepsi fotosensitif. Untuk mencegah kejang pada jenis epilepsi ini, beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghindari paparan kilatan cahaya atau pola cahaya yang kontras
  • Mengurangi waktu menonton layar dengan gambar bergerak cepat, seperti layar televisi
  • Menggunakan pelindung mata atau kacamata anti-cahaya untuk mengurangi paparan cahaya 

Selain itu, lakukan juga cara-cara berikut ini untuk mencegah gangguan kesehatan yang bisa memicu epilepsi:

  • Menggunakan helm saat mengendarai motor dan memakai sabuk pengaman saat mengemudikan mobil
  • Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang
  • Tidak merokok
  • Menjalani imunisasi
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
  • Memeriksakan kandungan secara rutin untuk menurunkan risiko terjadinya epilepsi pada bayi

Dengan menerapkan cara-cara pencegahan di atas, diharapkan risiko terjadinya kejang berulang dapat berkurang. 

Jika ada anggota keluarga atau orang terdekat Anda terlihat mengalami gejala epilepsi, seperti hilang kesadaran, gerak tubuhnya tidak terkendali, atau linglung setelah kejang, segera bawa ia ke dokter atau IGD rumah sakit terdekat. Dengan begitu, ia akan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.