Pengobatan tumor otak akan disesuaikan dengan jenis, ukuran, dan lokasi tumbuhnya. Kondisi kesehatan pasien secara umum juga akan dipertimbangkan oleh dokter dalam menentukan pengobatan yang sesuai.
Selain pengobatan, pasien mungkin memerlukan terapi lanjutan agar hasil pengobatan lebih maksimal. Terapi tersebut bermanfaat untuk mengembalikan kemampuan gerak, bicara, atau penglihatan, yang berkurang akibat tumor otak.
Pengobatan Tumor Otak dengan Tindakan Medis
Metode untuk mengatasi tumor otak bisa berupa operasi, radioterapi, kemoterapi, atau terapi target. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya:
Operasi
Operasi tumor otak bertujuan untuk mengangkat tumor tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Selama operasi, pasien akan diberikan obat bius total agar tertidur, atau bius lokal agar tetap terjaga tetapi tidak merasakan nyeri.
Metode yang digunakan dalam operasi tumor otak sangat beragam. Sebagai contoh, dokter dapat membuka sebagian tengkorak kepala atau memasukkan alat khusus melalui hidung dan sinus hingga mencapai area tumor.
Guna membantu mengatasi gejala tumor otak, pasien juga bisa diresepkan obat-obatan yang digunakan pada sebelum dan sesudah operasi. Obat-obatan tersebut antara lain:
- Antikonvulsan, misalnya Alpentin atau Ikalep, untuk mencegah kejang
- Kortikosteroid, seperti Carbidu atau Lameson, untuk mengurangi pembengkakan di otak sehingga operasi lebih mudah dilakukan
- Antinyeri, misalnya Panadol, Proris, atau Ponstan FCT, untuk mengatasi sakit kepala
- Antiemetik, seperti Damaben atau Norvom, untuk mencegah mual dan muntah
Radioterapi
Radioterapi atau terapi radiasi bertujuan untuk menghancurkan atau menyusutkan ukuran tumor dengan menggunakan sinar radiasi berkekuatan tinggi. Sinar ini bisa dipancarkan dari alat khusus di luar tubuh (radiasi eksternal) atau dipasang di dekat lokasi tumor (brakiterapi).
Selain itu, ada juga teknik radioterapi yang disebut radiosurgery (gamma knife surgery). Prosedur ini dilakukan dengan mengarahkan banyak sinar radiasi kecil secara bersamaan ke area tumor.
Kemoterapi
Kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel-sel tumor menggunakan obat dalam bentuk tablet atau suntikan. Obat kemoterapi juga ada yang dimasukkan ke dalam jaringan otak selama prosedur operasi. Contoh obat yang digunakan untuk kemoterapi adalah temozolomide dan vincristine.
Jika diperlukan, kemoterapi dapat dikombinasikan dengan radioterapi agar sel-sel tumor dapat dibasmi secara maksimal.
Terapi target
Terapi target merupakan pemberian obat-obatan khusus untuk mengatasi tumor otak. Obat-obatan ini secara spesifik bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan tumor tanpa menimbulkan efek samping pada jaringan otak yang sehat.
Terapi target biasanya disarankan kepada pasien yang mengalami efek samping, seperti lelah dan mual, akibat kemoterapi.
Penanganan setelah Pengobatan Tumor Otak
Pasien mungkin perlu menjalani beberapa perawatan lanjutan setelah pengobatan tumor otak. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kemampuan gerak, bicara, penglihatan, atau proses berpikir.
Beberapa tindakan lanjutan setelah pengobatan tumor otak yang disarankan oleh dokter spesialis rehabilitasi medis adalah:
- Fisioterapi, untuk mengembalikan fungsi gerak atau kekuatan otot
- Terapi okupasi, untuk membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
- Terapi bicara, untuk menangani gangguan dalam berbicara atau menelan
- Bimbingan bagi pasien anak-anak, untuk memulihkan daya ingat dan kemampuan berpikir
Itulah berbagai pilihan pengobatan untuk tumor otak yang perlu diketahui. Orang yang didiagnosis tumor otak dan direncanakan untuk menjalani pengobatan sebaiknya berdiskusi dengan dokter mengenai manfaat dan efek samping yang perlu diwaspadai dari prosedur tersebut.
Untuk mendapatkan jawaban yang cepat dan tepat, Anda bisa menghubungi dokter secara online lewat Chat Bersama Dokter.