Terjadinya kanker payudara dapat dipengaruhi oleh beragam faktor. Untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker di payudara, hal yang bisa dilakukan adalah meminimalkan faktor risikonya. Beberapa cara yang bisa diterapkan meliputi:

1. Menerapkan pola makan yang sehat 

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak atau makanan olahan dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Untuk mengurangi risiko kanker payudara, biasakan untuk memperbanyak konsumsi makanan sehat, seperti sayur, buah, biji-bijian, serta sumber lemak tak jenuh

Selain mengonsumsi makanan sehat, Anda juga dianjurkan untuk membatasi atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

2. Berolahraga secara rutin

Gaya hidup yang kurang gerak dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Oleh karena itu, biasakan diri untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Olahraga juga perlu diimbangi dengan pola makan sehat guna mencegah berat badan berlebih atau obesitas. Dengan begitu, kemungkinan terserang kanker akan berkurang. 

Supaya hasilnya maksimal, lakukan konsultasi ke dokter secara online untuk memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.

3. Menghentikan kebiasaan merokok

Rokok mengandung bahan kimia beracun yang dapat memicu perkembangan sel-sel kanker, termasuk di payudara. Risiko terjadinya kanker payudara juga makin tinggi bila kebiasaan merokok dimulai sejak masa remaja. 

Mulailah hentikan kebiasaan merokok untuk mencegah kanker payudara. Anda juga bisa bertanya ke dokter tentang cara berhenti merokok yang ampuh meski sudah kecanduan.  

4. Melakukan pemeriksaan sedini mungkin

Jika memiliki faktor risiko kanker payudara, Anda dianjurkan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan menyarankan berbagai cara untuk meminimalkan risiko pertumbuhan sel-sel kanker. 

Anda mungkin perlu menjalani tes genetik maupun pemeriksaan payudara dengan mammografi atau MRI. Deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan bahkan sebelum muncul benjolan atau keluhan di payudara. Umumnya, pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin setiap 6–12 bulan sekali, tergantung pada kondisi pasien.

5. Menjalani pengobatan 

Pada wanita yang telah menopause, konsultasi ke dokter perlu dilakukan sebelum menjalani terapi pengganti hormon. Pasalnya, terapi penggantian hormon dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Sementara itu, bila hasil pemeriksaan MRI atau tes genetik menunjukkan seseorang berisiko tinggi terkena kanker payudara, dokter dapat melakukan langkah pencegahan berikut:

  • Pemberian obat penghambat hormon estrogen, seperti penghambat enzim aromatase dan selective estrogen receptor modulators
  • Operasi pengangkatan payudara (prophylactic mastectomy), atau operasi pengangkatan indung telur (prophylactic oophorectomy)